Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MUTU Alih Arah ke Green Economy, Laba Rp4,87 Miliar di Kuartal I 2026

MUTU Alih Arah ke Green Economy, Laba Rp4,87 Miliar di Kuartal I 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,87 miliar pada kuartal I/2026, di tengah penyesuaian pendapatan seiring transformasi bisnis menuju layanan berbasis keberlanjutan (sustainability services). Perseroan membukukan pendapatan Rp68,39 miliar dan laba sebelum pajak Rp6,81 miliar, dengan profitabilitas tetap terjaga melalui efisiensi biaya dan optimalisasi lini bisnis bernilai tambah.

Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan perseroan menjaga stabilitas keuangan di tengah fase reposisi bisnis, khususnya ke sektor ekonomi hijau dan layanan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis MUTU International, Herliana Dewi, mengatakan transformasi yang dijalankan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Kami melihat tahun 2026 sebagai fase penting dalam transformasi MUTU menuju perusahaan berbasis sustainability services. Meskipun terdapat penyesuaian pada sisi pendapatan, kami tetap mampu menjaga kinerja yang sehat dan profitabilitas yang solid. Ini menunjukkan bahwa strategi kami dalam mengembangkan bisnis green economy, ESG, dan perdagangan karbon berada di jalur yang tepat,” ujar Herliana.

Dari sisi operasional, kinerja perseroan ditopang oleh penguatan portofolio layanan berbasis ekonomi hijau, termasuk carbon verificationsustainability assurance, serta implementasi standar ESG. Lini bisnis ini dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan sertifikasi dan kepatuhan keberlanjutan di berbagai sektor industri.

Selain itu, pengendalian beban umum dan administrasi serta fokus pada layanan bernilai tinggi turut menjaga margin perusahaan. Strategi ini menjadi faktor utama dalam mempertahankan profitabilitas di tengah dinamika pendapatan.

Perseroan juga mulai memperluas layanan ke sektor ekonomi syariah sebagai bagian dari diversifikasi bisnis. Langkah ini diarahkan untuk menangkap peluang pasar halal global yang terus berkembang dan meningkatkan kontribusi pendapatan ke depan.

Baca Juga: Ekspansi Infrastruktur Dorong Lonjakan Kinerja, CDI Group (CDIA) Raup Laba USD9,5 Juta

Baca Juga: Astra Bukukan Laba Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026

Baca Juga: Tumbuh 13,7%, BRI Cetak Laba Rp15,5,Triliun di Triwulan I 2026

Dalam pengembangan bisnis, MUTU International memanfaatkan peluang dari pasar karbon domestik yang mulai berkembang, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Strategi ini sejalan dengan tren global yang mendorong integrasi aspek keberlanjutan dalam aktivitas bisnis dan investasi.

Selain ekspansi bisnis, perusahaan juga menempatkan layanan berbasis keberlanjutan sebagai kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek lingkungan dan sosial.

Secara keseluruhan, transformasi menuju layanan ESG dan ekonomi hijau menjadi pendorong utama arah bisnis perseroan, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan pendapatan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri