Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gibran Dicegat Mahasiswa di Depan RS, Kritik Karhutla Kalsel Langsung Disampaikan ke Wapres

Gibran Dicegat Mahasiswa di Depan RS, Kritik Karhutla Kalsel Langsung Disampaikan ke Wapres Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dicegat sejumlah mahasiswa saat hendak meninggalkan Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026) sore. Kesempatan tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi persoalan di Kalsel.

Tiga mahasiswa mengenakan pakaian hitam berdiri di depan pintu keluar rumah sakit dan menunggu kedatangan Gibran. Mereka ingin menyampaikan langsung sejumlah persoalan, mulai dari pencegahan karhutla hingga kondisi relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Gibran kemudian berhenti dan mendengarkan penyampaian mahasiswa tersebut. Wapres disebut berdiri sekitar lima menit di hadapan mereka dan sesekali menanggapi hal-hal yang disampaikan.

Salah seorang mahasiswa, Rizki, mengatakan aspirasi yang mereka bawa berkaitan dengan kondisi karhutla di Kalsel. Mereka juga menyoroti kesejahteraan relawan yang selama ini ikut berjibaku menangani kebakaran di lapangan.

Menurut Rizki, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat perlu memperkuat langkah preventif agar karhutla tidak terus berulang. Ia berharap persoalan kebakaran di Kalsel dapat ditangani secara lebih serius sehingga tidak kembali menjadi masalah setiap tahun.

“Karena biar tidak meluas begitu besar dan juga tidak terjadi tahun ke tahun,” kata Rizki.

Mahasiswa menilai pencegahan penting dilakukan sebelum titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Mereka juga menginginkan pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi memperkuat langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain persoalan pencegahan, mahasiswa membawa isu perlindungan bagi relawan karhutla. Rizki meminta pemerintah memperhatikan relawan swasta yang ikut menangani kebakaran di Kalsel maupun wilayah Kalimantan lainnya.

Menurut dia, para relawan menghadapi risiko tinggi ketika berada di lokasi kebakaran sehingga membutuhkan dukungan perlindungan. Bantuan tersebut antara lain berupa alat pelindung diri (APD) serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena mereka semua lah berjibaku juga di lapangan selain petugas-petugas yang sudah ditugaskan mereka (relawan) juga turut hadir,” ujarnya.

Mahasiswa juga meminta pemerintah meningkatkan tindakan tegas terhadap pihak yang menjadi pelaku karhutla. Tuntutan tersebut disampaikan bersamaan dengan kritik terhadap upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah.

Baca Juga: Non-Partai tapi Bukan Gibran, Tiga Sosok Ini Miliki Peluang Besar Jadi Cawapresnya Prabowo

Rizki menilai langkah mitigasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan masih belum sempurna meski sejumlah upaya telah berjalan. Karena itu, mahasiswa menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan penanganan karhutla sekaligus memberikan kritik terhadap kebijakan yang dinilai belum optimal.

Pertemuan singkat tersebut terjadi setelah Gibran melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru untuk melihat langsung penanganan dampak karhutla. Sebelum menemui mahasiswa, Gibran mengunjungi RSD Idaman untuk membesuk pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang terdampak kondisi udara akibat kebakaran.

Gibran sebelumnya juga meninjau sejumlah lokasi penanganan karhutla di Kalsel. Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla yang disampaikan mahasiswa kepada Wapres tidak hanya berkaitan dengan kebakaran di lapangan, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan perlindungan orang-orang yang terlibat dalam penanganannya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama