- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Dari Demo ke Bela Negara, 27 Pelajar DKI Ikut Pembinaan hingga Belajar IT dan Desain Grafis
Kredit Foto: Unsplash/Filip Andrejevic
Program pembinaan Bela Negara yang diikuti para pelajar tidak hanya berisi materi kedisiplinan dan wawasan kebangsaan. Kementerian Pertahanan juga memasukkan sejumlah keterampilan praktis seperti literasi digital, pelatihan IT hingga desain grafis sebagai bagian dari pembekalan generasi muda.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan program tersebut diikuti 121 pelajar. Pembinaan berlangsung kurang lebih satu bulan dan salah satu rangkaian kegiatannya digelar di lingkungan Universitas Pertahanan RI (Unhan RI), Sentul, Bogor.
Rico menjelaskan pembekalan tersebut dirancang untuk membangun karakter sekaligus memberikan bekal keterampilan kepada peserta. Karena itu, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan atau nilai-nilai kebangsaan.
"Jadi pendekatannya tidak semata-mata soal kedisiplinan, tetapi juga membangun karakter, kemandirian dan keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka ke depan," kata Rico saat dihubungi, Jumat (11/9).
Materi yang diberikan mencakup nilai dasar bela negara, Pancasila, wawasan kebangsaan, sejarah perjuangan bangsa dan budi pekerti. Peserta juga mendapatkan pembinaan mental, kedisiplinan, jasmani serta kegiatan dinamika kelompok.
Selain materi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai konflik sosial, bahaya narkoba dan terorisme. Kemhan juga memasukkan literasi digital, pelatihan IT dan desain grafis untuk menyesuaikan pembinaan dengan kebutuhan generasi muda.
Program tersebut turut mendapat respons positif dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menilai pembinaan Bela Negara dapat menjadi sarana agar pelajar lebih menghargai dan menyayangi negaranya.
"Menurut saya program ini baik karena apa, untuk membuat terutama para pelajar itu lebih menghargai, menyayangi negaranya sendiri," ujar Pramono di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9).
Pramono menyebut program tersebut juga diikuti pelajar dari luar Jakarta. Sementara dari DKI Jakarta, terdapat 29 siswa yang sebelumnya diberangkatkan untuk mengikuti pembekalan, tetapi hanya 27 orang yang akhirnya menjalani program tersebut.
Keikutsertaan 27 pelajar DKI itu berkaitan dengan aksi demonstrasi pada 27 Agustus lalu. Mereka termasuk pelajar yang terjaring atau diamankan kepolisian dalam rangkaian peristiwa demonstrasi tersebut.
Meski demikian, Kemhan menegaskan peserta program Bela Negara tidak seluruhnya berasal dari kelompok pelajar yang sebelumnya diamankan saat demonstrasi. Dari total 121 peserta, hanya sebagian yang memiliki latar belakang tersebut.
"Mereka merupakan bagian dari keseluruhan peserta program, bukan seluruhnya. Keikutsertaan dalam pembekalan ini juga bukan dimaksudkan sebagai hukuman karena mengikuti demonstrasi atau menyampaikan pendapat," kata Rico.
Kemhan juga menegaskan program tersebut bukan Komponen Cadangan atau Komcad. Pembekalan itu juga tidak dirancang sebagai pendidikan maupun diklat militer bagi para peserta.
Baca Juga: Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam 2 Tahun
Penegasan tersebut penting karena keberadaan pelajar yang sebelumnya terjaring demonstrasi dalam program Bela Negara dapat memunculkan persepsi bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk sanksi. Namun, Kemhan menyatakan program diarahkan sebagai ruang pembinaan yang positif bagi generasi muda.
"Pada prinsipnya, Kemhan ingin kegiatan pembekalan itu menjadi ruang pembinaan yang positif bagi generasi muda," ujar Rico.
Rico juga menegaskan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati. Menurut dia, program Bela Negara tidak ditempatkan sebagai sanksi terhadap pelajar yang pernah mengikuti aksi demonstrasi.
"Hak untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati dan program Bela Negara tidak ditempatkan sebagai sanksi terhadap pelajar yang pernah mengikuti aksi demonstrasi," ujarnya.
Dengan materi yang mencakup karakter, kebangsaan hingga keterampilan digital, Kemhan ingin program tersebut memiliki manfaat yang lebih luas bagi peserta. Pemerintah juga berharap pembinaan tidak berhenti pada aspek kedisiplinan, tetapi dapat membekali pelajar menghadapi lingkungan sosial dan perkembangan teknologi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama