Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam 2 Tahun

Pramono Targetkan Stunting Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam 2 Tahun Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan prevalensi stunting di Jakarta turun menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan dari posisi saat ini yang masih berada di kisaran 17 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat peran pos pelayanan terpadu (Posyandu), salah satunya melalui digitalisasi Smart Posyandu. Pramono mengatakan penerapan program tersebut saat ini telah mencapai 70 persen.

“Smart Posyandu kita sudah 70 persen. Kalau perubahan ini terus dapat dijalankan dengan baik, maka Posyandu tidak hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, tetapi bisa menjadi lembaga menyeluruh tentang kesehatan warga,” ujar Pramono di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Pramono mengatakan Posyandu menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan stunting karena berperan dalam pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, imunisasi, hingga pendampingan keluarga.

Baca Juga: Pramono Bakal Buat CFD Jakarta Digelar Dua Kali Sepekan

Baca Juga: Polemik Obligasi Daerah, Tim Purbaya atau Tim Pramono? Ekonom INDEF Pilih Purbaya

Baca Juga: Pramono Targetkan LRT Kelapa Gading-Manggarai Diresmikan September 2026

Menurut dia, penguatan peran Posyandu juga berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat secara lebih luas. Pramono mencontohkan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta yang disebut telah berkurang dari 445 RW menjadi 211 RW.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran Posyandu, terutama untuk kesehatan anak dan ibu,” tuturnya.

Pramono meminta Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama para kader Posyandu memperkuat koordinasi di lapangan. Menurutnya, kader memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri