Ramai Desakan Hadirkan Jokowi di Sidang, Pengamat: Yang Penting Gaya Dulu, Nanti Juga Orang Lupa
Kredit Foto: Istimewa
Sejumlah pihak mendesak Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam persidangan kasus dugaan ijazah palsu yang tengah bergulir.
Kedua terdakwa, yaitu Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa juga meminta kehadiran langsung Jokowi dalam sidang mereka di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai kehadiran Jokowi tidak bisa dipastikan oleh siapa pun. Menurutnya, kepastian hadir atau tidaknya Jokowi hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan Tuhan.
"Dalam istilah pesantren itu disebut dengan wallahu a'lam bishawab, tidak ada yang pernah tahu pasti kecuali Pak Jokowi dan Tuhan saja," ujarnya dalam program Kompas Petang di Kompas TV, dikutip Minggu (13/9).
Adi menjelaskan, polemik ijazah Jokowi selama ini selalu berada di persimpangan antara ranah hukum dan kalkulasi politik. Sebagian pihak menilai sebagai isu hukum murni, sementara yang lain melihatnya sebagai strategi politik untuk menjatuhkan lawan.
Ia menegaskan, perdebatan di ruang publik tidak akan pernah menghasilkan kepastian. Satu-satunya jalan untuk memperoleh kejelasan adalah melalui proses peradilan.
"Saya selalu mengatakan sejak lama kalau perdebatannya secara politik pasti tidak selesai. Pasti yang bisa menghasilkan sesuatu yang sifatnya clear hitam dan putih adalah proses hukum," katanya.
Adi menambahkan, upaya menguji keabsahan dokumen ijazah sebenarnya sudah ditempuh lewat jalur konstitusi maupun pengadilan umum.
"Jadi hari ini kalau ada yang datang ke Mahkamah Konstitusi untuk membuktikan validasi sebuah ijazah, ada juga yang datang ke pengadilan, ya sudah itulah yang nanti akan kita lihat siapa yang benar," jelasnya.
Baca Juga: Dokter Tifa Berharap Jokowi Datang dan Bilang: 'Iki Lho Cah Ayu, Genduk Tifa, Ijazahku'
Menutup keterangannya, Adi menyebut klaim tentang kepastian hadirnya Jokowi di persidangan masih abu-abu. Ia menyindir dinamika politik yang sering penuh janji, namun mudah dilupakan.
"Yang penting gaya dulu, persoalan di belakang seperti apa kan orang suka lupa dengan apa yang diomongin hari ini," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: