Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Transaksi Saham CASA Melonjak 57 Kali Lipat, Ini Penjelasan Manajemen ke BEI

Transaksi Saham CASA Melonjak 57 Kali Lipat, Ini Penjelasan Manajemen ke BEI Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) terkait lonjakan aktivitas perdagangan saham perseroan pada 10 September 2026. Pada perdagangan tersebut, volume transaksi CASA melonjak tajam, sementara harga saham justru ditutup melemah.

Permintaan klarifikasi tersebut disampaikan ke BEI melalui surat Nomor S-11902/BEI.PP3/09-2026 tertanggal 11 September 2026 mengenai Permintaan Penjelasan atas Volatilitas Transaksi Efek. Surat itu ditandatangani oleh Direktur CASA, Muhammad Aidi Fathany.

Berdasarkan data BEI, volume perdagangan saham CASA pada 10 September 2026 mencapai 561.600 saham dengan frekuensi 48 kali. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang hanya mencatat volume 9.800 saham dengan frekuensi 29 kali.

Dengan demikian, volume transaksi CASA melonjak sekitar 5.630,61% dalam sehari atau lebih dari 57 kali lipat.

Namun, peningkatan aktivitas perdagangan tersebut tidak diikuti kenaikan harga saham. CASA justru ditutup di level Rp1.800 per saham, turun Rp5 atau 0,28% dari posisi penutupan sebelumnya di Rp1.805.

CASA Tak Tahu Ada Informasi Material

Menanggapi permintaan BEI, dia menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik dan berpotensi memengaruhi nilai saham maupun keputusan investasi pemodal.

"Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang dapat memengaruhi harga saham CASA sebagaimana dimaksud dalam ketentuan keterbukaan informasi BEI," kata dia.

Selain itu, dia mengaku manajemen tidak mengetahui adanya aktivitas khusus dari pemegang saham tertentu yang berkaitan dengan pergerakan saham perseroan.

Dia juga menegaskan perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang dapat berdampak terhadap pencatatan saham perseroan di bursa, setidaknya dalam tiga bulan mendatang.

Baca Juga: BEI Turunkan Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September

Baca Juga: BEI Pantau Saham KETR Setelah Naik Tajam, Investor Diminta Waspada

Baca Juga: Emiten Haji Isam (PACK) Siapkan Aksi Korporasi untuk Kerek Kapasitas Nikel

"Perseroan memastikan tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan belum diungkapkan kepada publik yang berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha CASA," ungkap dia.

Pemegang Saham Utama Belum Berencana Berubah

Terkait kepemilikan saham, dia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pemegang saham utama, hingga saat ini belum terdapat rencana untuk mengubah kepemilikannya di perseroan.

Sementara itu, lonjakan aktivitas perdagangan CASA terjadi ketika pasar saham secara umum berada dalam tekanan. Pada 10 September 2026, IHSG turun 88,86 poin, sedangkan indeks sektor keuangan terkoreksi 12,53 poin.

Dengan tidak adanya informasi material, aktivitas khusus pemegang saham, maupun rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada pola perdagangan saham CASA dan perkembangan keterbukaan informasi perseroan.

Permintaan klarifikasi dari BEI sendiri merupakan bagian dari mekanisme Bursa dalam mencermati aktivitas perdagangan saham yang mengalami perubahan signifikan, dan tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan