Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PDIP Bongkar Pelanggaran Achmad Hidayat hingga Dipecat Megawati: Ada Perdata dan Pidana...

PDIP Bongkar Pelanggaran Achmad Hidayat hingga Dipecat Megawati: Ada Perdata dan Pidana... Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membantah kabar soal pemecatan dari Achmad Hidayat. Partai tersebut membantah bahwa sosok itu dipecat hanya karena melakukan sowan ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah justru mengungkap alasan lain di balik keputusan partai tersebut. Menurut Said, Achmad melakukan sejumlah pelanggaran yang tidak semuanya disampaikan kepada publik. Ia menyebut terdapat persoalan yang menurutnya berkaitan dengan ranah perdata dan pidana.

Baca Juga: Jokowi: Saya Tidak Ada Masalah dengan Ibu Megawati, dan Suatu Saat Nanti Mesti Akan Ketemu

“Ada anggota dari kami namanya Achmad Hidayat. Dia menyatakan bahwa menurut dia, dia dipecat karena sowan ke Pak Jokowi. Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh beliau yang tidak kami sampaikan ke publik,” ujar Said, dikutip Selasa (15/9/2026).

Saat ditanya lebih jauh mengenai dugaan pelanggaran eks kadernya, ia menyebut adanya persoalan perdata dan pidana. Karena itu, ia meminta alasan pemecatan tidak disederhanakan hanya pada peristiwa sowan ke Jokowi.

“Ada perdata, ada pidana. Nah, silakan kepada berbagai pihak yang kena korban dari beliau untuk menuntut ke aparat penegak hukum,” kata Said.

Said menegaskan bahwa pertemuan keduanya bukan alasan otomatis bagi partai untuk menjatuhkan sanksi pemecatan. Menurutnya, pihaknya  tidak memiliki kebijakan yang melarang kader bertemu dengan Jokowi. Ia bahkan menyebut banyak orang lain yang datang menemui mantan Presiden tersebut.

Sebelumnya, Pemecatan Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya Achmad Hidayat menjadi sorotan setelah waktunya disebut tidak lama setelah ia berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Achmad mengaku diberhentikan dari keanggotaan partainya melalui surat keputusan bertanggal 4 September 2026.

Sebelum keputusan tersebut terbit, ia diketahui berkunjung ke rumah Jokowi di Juli 2026. Ia kemudian mengunggah momen pertemuan tersebut di media sosial.

Achmad menegaskan kunjungan itu tidak dilakukan atas nama partai dan tidak membawa agenda politik tertentu, apalagi dari PDIP.

“Betul. Saya ke rumah beliau itu kurang lebih bulan Juli ya. Hanya jadi silaturahmi, lalu saya posting di Instagram itu. Nah, Bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP. Saya dipanggil oleh DPP,” kata Achmad.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi setelah dirinya berziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo.

Ia juga memastikan dirinya tidak mengenakan atribut partai ketika bertemu Jokowi.

Baca Juga: PDIP Soal Pemecatan Kadernya Usai Temui Jokowi: Kita Ngeliat Record-nya Dia...

“Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri,” ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar