- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
OJK Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Target Dana Maksimal Rp4,02 Triliun
Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat tujuh perusahaan yang masih berada dalam pipeline proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) per 6 September 2026. Dari rencana tersebut, total dana yang berpotensi dihimpun diperkirakan mencapai maksimal Rp4,02 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, jumlah calon emiten yang berada dalam pipeline IPO dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
"Salah satunya adalah dinamika pasar global yang masih menghadapi ketidakpastian," kata Hasan dalam keterangan resminya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, peningkatan ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi keputusan perusahaan dalam menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan penawaran umum.
Di sisi lain, terdapat sejumlah rencana IPO yang belum memperoleh persetujuan. OJK masih meminta calon emiten tersebut melakukan peningkatan kualitas keterbukaan informasi sebelum prosesnya dapat dilanjutkan.
Hasan menegaskan, OJK tidak hanya berfokus pada jumlah perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengawasan juga diarahkan pada keseluruhan penghimpunan dana melalui pasar modal.
Sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2026 sebesar Rp250 triliun.
Hingga 6 September 2026, realisasi penghimpunan dana pasar modal telah mencapai Rp148,3 triliun. Dengan demikian, masih terdapat ruang penghimpunan dana sekitar Rp101,7 triliun untuk mencapai target yang ditetapkan tahun ini.
Baca Juga: OJK Ingatkan Investor: Jangan Jadikan Influencer sebagai Patokan Investasi
Baca Juga: Demutualisasi BEI, OJK Ungkap Progres Terbarunya
Baca Juga: OJK Pastikan Aturan Demutualisasi BEI Telah Masuk Tahap Finalisasi
Dalam mengejar target tersebut, Hasan mengatakan OJK tetap menempatkan kualitas keterbukaan informasi dan kesiapan calon emiten sebagai perhatian utama. Dengan demikian, pencapaian target penghimpunan dana tidak semata-mata diukur dari jumlah perusahaan yang melakukan IPO.
Untuk memperluas pipeline perusahaan yang berpotensi masuk pasar modal, OJK bersama BEI juga terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar coaching clinic di sejumlah daerah di Indonesia.
"Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada perusahaan mengenai proses, persyaratan, serta kesiapan yang diperlukan sebelum melakukan IPO," pungkas Hasan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan