Kredit Foto: Samsung.com
Samsung Electronics mempertimbangkan kenaikan harga seri Galaxy S26 setelah biaya komponen memori melonjak dan menekan bisnis perangkat selulernya. Penyesuaian harga tersebut berpotensi berlaku di Korea Selatan mulai 1 Oktober 2026.
Mengutip laporan Gizmochina, Selasa (15/9/2026), Samsung tengah mengevaluasi kenaikan sekitar 149.600 won atau sekitar Rp1,9 juta untuk masing-masing model Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 di pasar Korea Selatan. Namun, perusahaan belum mengambil keputusan final terkait kenaikan tersebut.
Samsung disebut sedang mempertimbangkan penyesuaian harga sebagai dampak meningkatnya biaya komponen. Jika disetujui, kenaikan akan berlaku pada perangkat yang sudah beredar di pasar, bukan hanya pada produk generasi baru.
Tekanan utama berasal dari kenaikan harga memori. Biaya memori untuk smartphone dilaporkan meningkat lebih dari 80 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, harga komponen tersebut bahkan disebut melonjak hingga sekitar tiga kali lipat.
Kenaikan biaya tersebut turut tercermin dalam kinerja bisnis mobile Samsung. Divisi MX yang menangani perangkat smartphone mencatat kerugian operasional sekitar 700 miliar won pada kuartal II 2026. Kerugian tersebut terjadi setelah pada kuartal sebelumnya divisi ini masih membukukan laba operasional.
Berdasarkan laporan keuangan Samsung, biaya pembelian memori eksternal untuk perangkat mobile pada paruh pertama 2026 meningkat sekitar 211 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal II saja, biaya pembelian memori mobile mencapai sekitar 3,05 triliun won, naik 53 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat memori menjadi salah satu komponen dengan tekanan biaya terbesar dalam produksi smartphone. Samsung juga menghadapi kenaikan harga komponen lain, termasuk application processor (AP) dan modul kamera, meski dengan tingkat kenaikan yang lebih rendah dibandingkan memori.
Lonjakan harga memori juga mulai mengubah pola penetapan harga industri smartphone. Produsen biasanya meneruskan kenaikan biaya produksi kepada konsumen ketika meluncurkan generasi perangkat baru. Namun, tekanan biaya saat ini mulai mendorong produsen mempertimbangkan penyesuaian harga pada perangkat yang sudah beredar.
Samsung masih menghadapi pilihan antara menyerap kenaikan biaya komponen atau meneruskannya kepada konsumen melalui kenaikan harga. Perusahaan juga belum mengungkap apakah penyesuaian harga Galaxy S26 akan diterapkan di luar Korea Selatan.
Baca Juga: Apple Bikin iPhone Lipat, Samsung Langsung Nyinyir
Baca Juga: Realme Gandeng Warner Bros, Smartphone Harry Potter Meluncur 21 September
Baca Juga: Krisis Chip Global Ubah Pilihan Smartphone: Kini yang Dicari Punya Daya Tahan Baterai Lama
Kondisi serupa sebelumnya terlihat pada Apple. Setelah memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 9 September 2026, Apple menaikkan harga sejumlah model lama di Amerika Serikat, termasuk iPhone 16, iPhone 17, iPhone 17e, dan iPhone Air. Masing-masing mengalami kenaikan harga awal sebesar US$100.
Sementara itu, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max juga dibanderol lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya. Harga awal masing-masing model tersebut menjadi US$1.199 dan US$1.299 di Amerika Serikat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: