Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dipicu Krisis Memori, Pengiriman Smartphone Global Anjlok 11% di Kuartal II 2026

Dipicu Krisis Memori, Pengiriman Smartphone Global Anjlok 11% di Kuartal II 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar smartphone global mengalami tekanan pada kuartal II 2026. Lembaga riset Counterpoint Research mencatat pengiriman smartphone dunia turun 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi level terendah untuk periode kuartal II sejak 2013.

Penurunan tersebut dipicu krisis pasokan memori yang semakin memburuk. Kenaikan harga DRAM dan NAND akibat prioritas pasokan untuk pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) membuat biaya produksi perangkat meningkat dan mendorong produsen menaikkan harga, terutama pada segmen ponsel entry-level dan kelas menengah.

Senior Analyst Counterpoint Research Shilpi Jain mengatakan krisis memori kini menjadi faktor utama yang menekan industri smartphone global, melampaui tantangan lain seperti kondisi ekonomi maupun geopolitik.

"Krisis memori global kini telah menjadi hambatan terbesar bagi industri smartphone. Masalah yang awalnya hanya berkaitan dengan komponen kini berkembang menjadi persoalan permintaan. Kenaikan biaya produksi membuat ponsel kelas bawah dan menengah sulit dipasarkan pada harga sebelumnya," ujar Shilpi yang dikutip di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan setiap produsen mengambil strategi berbeda untuk menghadapi situasi tersebut. Sebagian menaikkan harga meski harus mengorbankan margin keuntungan, sementara lainnya memperpanjang siklus penjualan model lama, meningkatkan promosi, atau mengurangi peluncuran produk baru.

Baca Juga: Chip Makin Mahal, Harga iPhone 18 Terancam Naik

Selain krisis memori, kenaikan biaya logistik dan energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperbesar tekanan terhadap harga smartphone. Kondisi tersebut diperparah oleh perlambatan ekonomi global, inflasi yang masih tinggi, dan melemahnya daya beli konsumen.

Di tengah penurunan pasar, Samsung kembali menjadi merek smartphone terbesar di dunia dengan pangsa pasar 24%. Perusahaan asal Korea Selatan itu juga mencatat pertumbuhan paling tinggi di antara lima merek terbesar.

Kinerja Samsung ditopang penjualan seri Galaxy S26, khususnya varian Ultra yang mendapat respons positif berkat fitur AI dan teknologi privacy display. Ketersediaan produk yang lebih baik serta promosi agresif di India dan Timur Tengah juga mendukung peningkatan pengiriman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman

Tag Terkait: