Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah pergerakan saham perseroan dinilai tidak biasa dan masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA).
Meski masuk dalam pemantauan UMA, saham emiten sektor hotel dan resor tersebut justru bergerak menguat pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Saham MGNA dibuka naik 55 poin atau 27,64% ke level Rp254 per saham.
Penguatan berlanjut pada awal perdagangan. Saham MGNA sempat menyentuh level tertinggi harian Rp254 per saham pada pukul 09.07 WIB. Namun, dalam perdagangan selanjutnya, saham tersebut bergerak turun dan berada di level Rp210 per saham.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menegaskan bahwa masuknya suatu saham dalam pengumuman UMA tidak serta-merta berarti telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan di pasar modal.
Dia meminta investor mencermati informasi dan penjelasan yang disampaikan perusahaan tercatat, termasuk respons perseroan atas permintaan konfirmasi Bursa terkait aktivitas perdagangan saham MGNA.
Baca Juga: BEI Soroti Gerak Saham BABP, Ini Penjelasan Bank Milik Hary Tanoe
Baca Juga: Ditanya BEI soal Bos Terjaring OTT KPK, Summarecon Agung (SMRA) Belum Bisa Beri Penjelasan
Baca Juga: Danantara Berpeluang Pegang Saham BEI Lebih dari 5%, Ini Ketentuannya
Selain itu, investor diimbau memperhatikan kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
"Berbagai risiko yang mungkin muncul juga perlu menjadi pertimbangan," kata dia dalam keterbukaan informasi BEI, seperti diberitakan Kamis (17/9/2026).
Dia turut mengingatkan investor untuk mencermati setiap aksi korporasi yang dilakukan perusahaan tercatat, terutama apabila aksi tersebut belum memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Investor perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” ujar Endra dalam keterangannya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: