OJK Ungkap Data Paylater hingga Tagihan PAM Bisa Masuk Credit Scoring
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penilaian kredit di industri Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) tetap diawasi agar skor kredit tidak salah hitung dan penilaiannya tetap adil bagi masyarakat.
Direktur Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Perbankan OJK Bayu Husodo mengatakan pengawasan terhadap model perhitungan menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hasil credit scoring.
“Kerugian dari skor itu misalnya dinilai terlalu rendah, itu bisa komplain, 'Kenapa saya rendah?',” kata Bayu dalam acara webinar OJK Institute pada Kamis, (17/9/2026).
Ia mengatakan bahwa lembaga pemberi pembiayaan tetap memiliki keputusan. Artinya, skor kredit yang dihasilkan oleh sistem tidak secara otomatis menjadi satu-satunya dasar keputusan pemberian kredit.
Misalnya, debitur yang memiliki riwayat pembayaran sejumlah tagihan kurang baik sehingga memperoleh skor rendah, tetapi memiliki hubungan kredit jangka panjang dengan suatu bank dan selama puluhan tahun memenuhi kewajibannya dengan baik. Di kondisi itu, keputusan tetap bisa dipertimbangkan preferensi lembaga keuangan.
“Jadi merugikan atau tidak merugikan, saya rasa tetap kembali kepada masing-masing individu,” katanya.
Baca Juga: OJK Ungkap Pinjol di Papua Melesat Hingga 85,77%
Baca Juga: OJK Bongkar Kondisi Pindar, 16 Pemain Masih TWP90 di Atas 5 Persen
Baca Juga: Pemain Pindar Susut Jadi 94, OJK Ungkap Biang Keroknya
Di sisi lain, adopsi AI di sektor ini menjadi hal yang tidak terhindarkan. LPIP kini tidak hanya mengandalkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), tetapi juga memanfaatkan data publik, telekomunikasi, e-commerce, hingga utilitas.
Terlebih, data yang harus diolah semakin besar sehingga tidak memungkinkan untuk diolah secara manual.
"Harus menggunakan AI dengan intelligent data ecosystem-nya. Karena tidak mungkin dengan semakin banyaknya jumlah penduduk Indonesia sebesar itu, tidak mungkin satu-satu menggunakan checklist gitu," tuturnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri