Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hong Kong Ikuti The Fed, Suku Bunga Naik Jadi 4,25 Persen

Hong Kong Ikuti The Fed, Suku Bunga Naik Jadi 4,25 Persen Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority/HKMA) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Langkah tersebut dilakukan setelah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali menaikkan suku bunga.

Kebijakan HKMA berlaku pada Kamis (17/9/2026) melalui suku bunga yang dikenakan pada fasilitas overnight discount window. Kenaikan ini menjadi yang pertama dilakukan HKMA sejak Juli 2023.

Kebijakan moneter Hong Kong bergerak mengikuti arah kebijakan The Fed karena dolar Hong Kong dipatok terhadap dolar AS dalam rentang ketat 7,75-7,85 per dolar AS. Mekanisme tersebut membuat perubahan suku bunga AS memiliki pengaruh langsung terhadap kebijakan moneter Hong Kong.

The Fed sendiri menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sehingga target federal funds rate berada pada kisaran 3,75%-4%. Keputusan tersebut merupakan kenaikan pertama The Fed dalam lebih dari tiga tahun dan didorong antara lain oleh kekhawatiran terhadap prospek inflasi yang masih tinggi.

Namun, kenaikan suku bunga HKMA belum langsung diikuti oleh perubahan suku bunga pinjaman sejumlah bank besar di Hong Kong.

HSBC mempertahankan best lending rate di level 5%, sementara Standard Chartered mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya pada 5,25%. Bank of China (Hong Kong) juga mempertahankan prime rate dolar Hong Kong sebesar 5%. Ketiga bank tersebut turut mempertahankan suku bunga simpanan dolar Hong Kong.

Kepala Eksekutif HKMA, Eddie Yue, mengatakan perbedaan suku bunga antara dolar Hong Kong dan dolar AS berpotensi melebar. Kondisi tersebut dapat mendorong aktivitas carry trade dan memberikan tekanan terhadap dolar Hong Kong menuju sisi lemah dari rentang patokannya.

Yue juga mengingatkan bahwa perubahan suku bunga AS masih menghadapi ketidakpastian dan dapat memengaruhi kondisi suku bunga serta lingkungan keuangan Hong Kong. Masyarakat dan pelaku ekonomi diminta mempertimbangkan risiko suku bunga ketika mengambil keputusan keuangan.

Baca Juga: Trump Geram! Perintahkan The Fed Segera Turun Suku Bunga AS ke 1%

Baca Juga: The Fed Kerek Suku Bunga 25 Bps, Sinyal Kenaikan Masih Menguat

Meski demikian, HKMA menyatakan pasar keuangan dan moneter Hong Kong masih beroperasi secara tertib. Bank-bank akan mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum menyesuaikan suku bunga, termasuk kondisi pasokan dan permintaan pendanaan, tingkat suku bunga serta struktur biaya pendanaan masing-masing bank.

Kenaikan suku bunga ini juga menjadi perhatian bagi pasar properti Hong Kong. Suku bunga pinjaman yang lebih tinggi dapat memengaruhi biaya pembiayaan, termasuk kredit perumahan, meski dampaknya terhadap suku bunga komersial tidak serta-merta terjadi karena keputusan bank masing-masing.

Dengan langkah tersebut, arah kebijakan moneter Hong Kong kembali menunjukkan eratnya keterkaitan dengan kebijakan The Fed. Pergerakan suku bunga AS, nilai tukar dolar Hong Kong, serta kondisi likuiditas domestik selanjutnya menjadi faktor penting yang akan menentukan respons bank-bank di Hong Kong terhadap kenaikan suku bunga HKMA.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra