Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonomi RI Tak Sekencang 2025, OJK Ungkap Investasi AI Jadi Nafas Baru

Ekonomi RI Tak Sekencang 2025, OJK Ungkap Investasi AI Jadi Nafas Baru Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perekonomian Indonesia tetap kuat meski pertumbuhan ekonomi pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025. Prospek ekonomi dinilai lebih baik dari proyeksi sebelumnya, salah satunya ditopang peningkatan investasi dan perdagangan yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan kondisi sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil di tengah tekanan perekonomian global.

“Di domestik, indikator terkini menunjukkan kondisi perekonomian yang kuat dengan inflasi masih stabil,” kata Friderica dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB September, Senin (5/10/2026).

Menurut dia, inflasi yang terjaga menjadi salah satu faktor yang menopang permintaan domestik dan konsumsi masyarakat.

“Terjaganya inflasi mendorong permintaan domestik dan tingkat konsumsi masyarakat tetap kuat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Di tengah kondisi domestik tersebut, perekonomian global masih menghadapi sejumlah risiko. Eskalasi konflik geopolitik kembali mendorong harga minyak, sementara fenomena El Nino berpotensi meningkatkan harga pangan dan komoditas pertanian.

Baca Juga: OJK Catat BNPL Tumbuh 36,57%, Jauh Melambat dari Bulan Sebelumnya

Baca Juga: OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Baca Juga: OJK Patok Pembiayaan Tumbuh 4 Persen di 2026

Friderica mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan lebih rendah dibandingkan 2025. Namun, prospeknya dinilai lebih baik dibandingkan proyeksi sebelumnya karena terdapat dukungan dari peningkatan investasi dan perdagangan yang berkaitan dengan pengembangan AI.

"Akan lebih rendah, meski lebih baik dari proyeksi pertumbuhan sebelumnya, didukung oleh peningkatan investasi dan perdagangan berkait dengan pengembangan AI," ucapnya.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 0,5 poin persentase di tengah tekanan ekonomi global.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri