Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Santri sebagai Agen Perubahan
Festival yang dihadiri sekitar 3.500 peserta ini melibatkan santri Pesantren Ngalah, perwakilan pesantren di sekitar Kabupaten Pasuruan, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas lokal, serta lembaga keuangan.
Kegiatan tersebut mencakup talkshow dan pameran edukasi yang menghadirkan berbagai materi, mulai dari nutrisi, hidrasi sehat, hingga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Salah satu agenda utama festival adalah pengukuhan Duta Santri BESTARI (Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri). Para santri terpilih ini akan menjadi agen perubahan sekaligus penggerak perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.
Duta Santri BESTARI diharapkan mampu menginspirasi sesama santri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya akses air bersih, sanitasi layak, serta penerapan praktik higiene sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya hidup sehat di pesantren.
Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, KH Tantowie Abdullah Siradj, menyampaikan, “Kami menyambut baik penyelenggaraan Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi ini sebagai wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hidup santri dan lingkungan pesantren. Event ini sebagai bagian dari Hari Santri Nasional 2026, semoga melalui event ini kita bisa menjadikan santri yang lebih sehat.
Sebagai wadah yang menghimpun pesantren di Kabupaten Pasuruan, kami terus mendorong kemitraan yang produktif antara pesantren, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan pesantren yang sehat, mandiri, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan lingkungan.”
Apresiasi terhadap penyelenggaraan festival tersebut juga disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, K.H. Muhammad Shobih Asrori, S.H., atau Gus Shobih, dalam sambutannya.
“Pesantren menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mengembangkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas kehidupan santri. Kami berterima kasih dan mengapresiasi kolaborasi yang digerakkan oleh Danone Indonesia, karena tentu saja Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan pesantren tidak dapat bergerak sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan pembiayaan fasilitas air bersih yang menunjang operasional pesantren.
Kami berharap langkah ini dapat menciptakan santri-santri yang tangguh, santri yang hebat, yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berkelanjutan sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai agen perubahan menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: