Market Indices

Red Hat Gandeng Komunitas Luncurkan OS Linux Gratis Fedora 19

Oleh Jafei - Rubrik Digital Economy

17 Juli 2013 02:30:00 WIB

WE.CO.ID - The Fedora Project, kolaborasi open source yang disponsori oleh Red Hat, Inc dan didukung oleh komunitas, menghadirkan sistem operasi Linux gratis, Fedora 19, dengan kode nama “Schrödinger's Cat” untuk pengguna umum.

Dikembangkan oleh komunitas di seluruh dunia, the Fedora Project senantiasa memberi kesempatan kepada pengguna untuk merasakan teknologi open source terbaru dan gratis, yang diintegrasikan ke dalam distribusi Linux dan siap untuk diunduh, digunakan, dimodifikasi dan distribusikan kembali secara gratis.

“Dalam rilis ini, komunitas the Fedora Project telah benar-benar menunjukkan bahwa kelincahan (agility) sangat penting,” kata Robyn Bergeron, the Fedora Project Leader.

Robyn menambahkan dari  fitur-fitur tingkat tinggi untuk mendukung infrastruktur cloud dan virtualisasi, hingga ke tingkat proses dan tingkat portabilitas mesin virtual, dikombinasikan dengan toolchains developer terbaru, Fedora 19 memiliki teknologi-teknologi mutakhir yang mendukung skalabilitas, ketahanan, dan fleksibilitas yang sangat penting dalam dunia teknologi yang semakin fokus pada penyediaian solusi, pelayanan, dan informasi secara cepat.

Dengan berbagai jenis perangkat developer, mulai dari bahasa pemrograman yang populer dan perangkat pengemasan untuk pengujian dan pengukuran fitur, Fedora 19 memungkinkan developer dari semua tingkat keahlian untuk membuat dan mengembangkan kode di banyak lingkungan.

Fitur baru yang menarik dalam Fedora 19 antara lain Developer's Assistant, sebuah alat yang cocok untuk pemula atau developer berpengalaman untuk memulai proyek kode dengan template, contoh-contoh dan toolchains bahasa tertentu.

Kemampuan mencetak 3D, mulai dari software untuk membuat model 3D, hingga alat untuk membuat dan mengirimkan kode ke printer 3D, serta Node.js runtime dan npm package manager, untuk mengembangkan aplikasi jaringan sckalabel atau aplikasi real-time di seluruh perangkat yang didistribusikan. Dan juga OpenShift Origin, infrastruktur Platform-as-a-Service, termasuk beragam cartridge untuk pengembangan dan penerapan aplikasi.

Selain itu, Fedora berusaha untuk memasukkan language stacks terbaru dalam setiap rilis, dan Fedora 19 meneruskan tradisi ini dengan update PHP (5.5), Ruby 2.0.0 yang baru saja dirilis, dan preview teknologi dari OpenJDK8 yang akan segera hadir.

Fedora 19 juga menyediakan berbagai perbaikan pada pengelolaan sistem operasi, termasuk proses booting, pemulihan dari kegagalan, migrasi sistem, dan banyak lagi. Fedora 19 mencakup alat untuk diagnosis, memonitor, dan logging , sehingga pengguna dapat lebih proaktif, bukan reaktif, dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai.

Jafei B. Wuysang

Foto: www.thrivenotes.com

Penulis: Jafei B. Wuysang

Recomended Reading

Jum'at, 01/08/2014 12:08 WIB

Kadin: Ada Sinyal Positif Penegakan Hukum Perizinan

Jum'at, 01/08/2014 05:04 WIB

Herve Renard Jadi Pelatih Pantai Gading

Jum'at, 01/08/2014 03:04 WIB

Danny Rose Teken Kontrak Baru dengan Tottenham

Executive Brief

Petenis Li Na dari Tiongkok mengumumkan absen pada turnamen AS Terbuka bulan depan

Badan Pengusahaan Batam pastikan Pelabuhan Telaga Punggur akan dibangun 3 lantai mulai akhir 2014 dengan anggaran Rp46 miliar

Bank Sulut akan buka layanan hingga kecamatan di Sulut maupun Gorontalo

Entertainment & Life Style

01 Agustus 2014 - Entertainment & Life Style

"Saving Private Smith", Kisah Nyata PD II, Yang Guncang Hollywood

01 Agustus 2014 - Olahraga

Herve Renard Jadi Pelatih Pantai Gading