Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Gorontalo - Kabupaten Gorontalo dapat bantuan hibah 180 lampu LED dari Kementerian ESDM.
  • NTT - ASITA minta pemerintah tertibkan guide yang tidak berlisensi di NTT.
  • Mali - PBB kutuk serangan bom bunuh diri di satu kamp militer di Mali.
  • Gorontalo - Pemkab Gorontalo nyatakan siap dukung program prioritas dari Kemensos.
  •  Bucks - Pemain Bucks, Khris Middleton harus absen selama 1 bulan akibat cedera bahu
  • Italia - Proyek Lorenzo akan menjadi tantangan besar Ducati tahun ini
  • Palembang - Ingin menjadi Tuan Rumah Moto GP, Palembang akan bangun sirkuit tahun ini

Sri Mulyani: Tax Ratio Indonesia Terendah

Foto Berita Sri Mulyani: Tax Ratio Indonesia Terendah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam gelaran Rapat Kerja Nasional Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan rasio pajak Indonesia berada di level 11%. Rasio ini merupakan rasio terendah yang ada di dunia. Sungguh miris memang mengingat sekitar 70% pendapatan dihasilkan dari pajak.

Guna meningkatkan rasio pajak, Ani panggilan Sri Mulyani menjelaskan diperlukan kepatuhan dan kesadaran masyarakat akan pajak demi memajukan Indonesia. Apalagi di tengah perlambatan ekonomi yang saat ini sedang terjadi. Dulu saat komoditas masih menjadi primadona, hasil ekspor kelapa sawit ataupun batu bara dapat menjadi andalan sebagai penerimaan negara di luar pajak.

"Kita perlu untuk meningkatkan kemampuan negara ini untuk mengumpulkan penerimaan perpajakan. Untuk Indonesia lebih maju lagi," katanya di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Sebelumnya, Sri Mulyani menekankan level rasio pajak Indonesia harus dibenahi. Untuk itu, dia akan mengoptimalkan setiap potensi yang bisa mendatangkan penerimaan pajak. Salah satu strateginya adalah dengan mendorong kantor pajak melakukan penyisiran potensi pajak tanpa menimbulkan gejolak.

Sebagai catatan, rendahnya rasio pajak tanah air merupakan imbas ketidakpercayaan dunia dalam menilai kinerja pemerintah. Hal-hal yang "belum terselesaikan" seperti permasalahan korupsi dan juga penegakan hukum menjadi tolok ukur bagi "bersih" atau tidaknya suatu negara.

"Nah, hal tersebut menurunkan kepercayaan publik kepada pemerintah yang pada akhirnya berimbas pada rendahnya kepatuhan membayar pajak dan kecilnya rasio pajak," pungkasnya.

Tag: Sri Mulyani Indrawati, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Pajak

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Gito Adiputro Wiratno

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5294.784 27.846 541
2 Agriculture 1919.455 33.515 21
3 Mining 1403.235 7.104 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.483 2.143 66
5 Miscellanous Industry 1347.813 12.896 42
6 Consumer Goods 2352.629 17.077 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.724 3.122 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.541 2.528 56
9 Finance 806.133 4.369 89
10 Trade & Service 846.283 -0.890 122
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 68 85 17 25.00
2 UNIC 1,755 2,190 435 24.79
3 OASA 364 454 90 24.73
4 GZCO 83 103 20 24.10
5 MTSM 374 456 82 21.93
6 SKLT 695 795 100 14.39
7 ADMG 138 155 17 12.32
8 BWPT 286 320 34 11.89
9 SRIL 230 256 26 11.30
10 IKBI 316 350 34 10.76
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 3,200 2,400 -800 -25.00
2 ARII 486 366 -120 -24.69
3 HOTL 180 145 -35 -19.44
4 VINS 84 75 -9 -10.71
5 CNTX 865 800 -65 -7.51
6 PICO 216 200 -16 -7.41
7 PGLI 59 55 -4 -6.78
8 SMDM 95 89 -6 -6.32
9 SAFE 80 75 -5 -6.25
10 RMBA 450 422 -28 -6.22
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 230 256 26 11.30
2 BIPI 137 136 -1 -0.73
3 BWPT 286 320 34 11.89
4 DGIK 68 85 17 25.00
5 GZCO 83 103 20 24.10
6 BUMI 420 426 6 1.43
7 BABP 73 76 3 4.11
8 DYAN 64 65 1 1.56
9 SMDM 95 89 -6 -6.32
10 MCOR 193 210 17 8.81