Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Terkait pengangkatan beberapa direksi Pertamina yang baru diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina, Kamis (20/10). Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) memberikan tanggapan terhadap penambahan dan pengangkatan beberapa direksi.
Presiden FSPPB Noviandri menyatakan, "Dengan adanya penambahan direksi Pertamina dari Wakil Direktur Utama dan Direktur Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia?menjadi suatu tantangan bagi pemegang saham Pertamina dalam hal ini komisaris dan kementrian BUMN??terhadap perkembangan bisnis Pertamina kedepan", katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (21/10/2016).
Lanjut Noviandri,?Kami melihat penambahan ini bukan?suatu langkah perubahan melainkan ada tujuan. Sebab penambahan direksi Pertamina yang semula 7 menjadi 9 tentu akan memberatkan cost pengeluaran.
"Cost yang akan dikeluarkan seperti fasilitas baik untuk direksi itu sendiri maupun untuk overhead direktoratnya. Namun, langkah ini harus dijawab dengan prestasi oleh jajaran direksi Pertamina serta mampu meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan deviden yang besar ke Pemerintah." ujarnya.
Noviandri menilai, untuk posisi Wadirut ini harus benar-benar berfungsi secara struktural dan berdampak bagi bisnis perusahaan.
"Jangan hanya sebagai ban serap saja, Ia harus mampu mengkoordinasikan jajaran direksi yang ada di bawahnya seperti Pengolahan, Pemasaran dan Gas," ungkapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Vicky Fadil
Tag Terkait: