Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamina Siapkan 1.620 SPBU di Jabar Selama Ramadan dan Lebaran 2026

Pertamina Siapkan 1.620 SPBU di Jabar Selama Ramadan dan Lebaran 2026 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 diperkirakan akan mendorong lonjakan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline. 

PT Pertamina melalui Regional Jawa Bagian Barat memastikan kesiapan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama periode mudik Lebaran.

Selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina memprediksi adanya perubahan pola konsumsi energi di masyarakat. Permintaan BBM jenis gasoline diproyeksikan meningkat sekitar 9,6 persen dibandingkan kondisi normal seiring meningkatnya aktivitas perjalanan dan arus mudik.

Selain itu, konsumsi BBM industri diperkirakan naik sekitar 7,9 persen, sementara konsumsi LPG diprediksi meningkat sekitar 2,86 persen karena meningkatnya aktivitas rumah tangga selama Ramadan.

Di sisi lain, konsumsi gasoil atau solar justru diperkirakan turun sekitar 27,3 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas logistik dan industri selama masa libur Lebaran.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi tersebut, PT Pertamina melalui Regional Jawa Bagian Barat menyiapkan berbagai infrastruktur energi selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, mengatakan seluruh jaringan distribusi energi telah disiagakan agar pasokan tetap aman hingga arus balik Lebaran.

“Seluruh infrastruktur telah kami siagakan untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap aman selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Satria, Selasa (10/3/2026).

Di wilayah Jawa Bagian Barat, Pertamina menyiapkan 1.620 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Selain itu, terdapat 439 Pertashop yang turut membantu distribusi BBM di berbagai wilayah.

Untuk kebutuhan LPG, Pertamina juga menyiagakan 2.331 agen LPG serta 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) guna memastikan pasokan gas tetap tersedia bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, terdapat pula 427 SPBU siaga 24 jam dan 2.180 agen LPG siaga yang akan beroperasi penuh selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh, Pertamina juga menghadirkan berbagai layanan tambahan di jalur mudik.

Salah satunya adalah 12 unit Serambi MyPertamina yang disediakan di sejumlah rest area tol dan kawasan wisata. Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, mulai dari tempat istirahat, layanan kesehatan, area bermain anak, hingga fasilitas potong rambut.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan motoris BBM di 52 titik, 62 mobil tangki siaga, serta layanan service car dan towing car untuk membantu kendaraan yang mengalami kendala selama perjalanan.

Berdasarkan prediksi Pertamina, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret serta 18-20 Maret, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.

Baca Juga: Pertamina Hulu Kaltim Genjot Produksi Migas dari Lapangan Kerindingan

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Pertamina optimistis distribusi energi selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dapat berjalan lancar meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.

Lonjakan konsumsi energi saat musim mudik memang menjadi fenomena tahunan. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur energi menjadi faktor penting untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman selama perayaan Lebaran. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: