BI-Pemprov Perkuat Koordinasi Kendalikan Peningkatan Inflasi Jakarta
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, pada bulan Oktober 2016 tren penurunan inflasi tertahan oleh penyesuaian harga sejumlah komoditas yang tergolong dalam kelompok administered prices (komoditas yang harganya ditentukan oleh pemerintah).
Inflasi bulan Oktober 2016 tercatat sebesar 0,25% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,18% (mtm), dan juga ?inflasi nasional (0,14% mtm).
"Memperhatikan pola pergerakan harga-harga di pasar, tekanan inflasi pada bulan November hingga akhir tahun 2016 diprakirakan akan sedikit meningkat," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Doni P. Joewono di Jakarta, Selasa (1/11/2016).
Namun, tambah Doni, hal tersebut tidak akan memengaruhi capaian inflasi Jakarta keseluruhan tahun 2016 yang diperkirakan cenderung berada pada level bawah dari target inflasi. "Kendati demikian hujan yang berkepanjangan akibat fenomena La Nina masih menjadi faktor risiko yang perlu terus diperhatikan," paparnya.
Oleh karena itu, guna menjaga tingkat inflasi agar bergerak stabil dan berada pada level yang cukup rendah, Doni mengatakan, koordinasi dan kerjasama dengan berbagai instansi baik dalam lingkup Jakarta maupun antardaerah harus semakin ditingkatkan.
"Terkait dengan hal itu, telah dilaksanakan High Level Meeting Koordinasi TPID antardaerah yaitu antara TPID DKI Jakarta, TPID Jawa Barat dan TPID Banten, pada tanggal 24 Oktober 2016," imbuhnya.
Kegiatan tersebut mengikutsertakan tiga BUMD pangan DKI Jakarta (PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Dharma Jaya dan PD Pasar Jaya) sebagai ujung tombak pelaksanaan kerjasama antardaerah. Dalam pertemuan tersebut, ketiga BUMD memaparkan program-program yang mendukung upaya pengendalian inflasi, serta relevansinya dengan kebutuhan pasokan pangan di DKI Jakarta.
Doni berharap kegiatan koordinasi TPID tersebut akan ditindaklanjuti dengan kerjasama antardaerah yang melibatkan pelaku ekonomi di Jawa Barat dan Banten. Dengan koordinasi yang lebih kuat antar-TPID di berbagai daerah, kestabilan harga, terutama komoditas pangan, akan semakin merata.
"Penguatan koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI serta BUMD di bidang pangan melalui TPID akan selalu digalakkan untuk mencapai inflasi yang rendah dan stabil pada tahun 2016 dan tahun-tahun selanjutnya," paparnya.
Lebih lanjut, kata dia, penguatan peran dan sinergitas ketiga BUMD bidang pangan perlu terus didorong oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai program yang tidak hanya semata-mata mengendalikan harga pangan di DKI Jakarta, namun juga dapat meningkatkan perekonomian bagi daerah pemasoknya. Harga pangan DKI Jakarta yang terkendali akan menjadi barometer pergerakan harga pangan nasional.
"Selain itu, penguatan peran BUMD Pangan DKI Jakarta dalam pengendalian harga telah menginspirasi daerah lain untuk mencontoh langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Jakarta," sebut Doni.
Diharapkan dengan tercapainya kestabilan inflasi maka akan mendorong pembangunan ekonomi Jakarta secara keseluruhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Cahyo Prayogo