Kredit Foto: Boyke P. Siregar
DKI Jakarta sebagai ibukota negara menyimpan banyak potensi perkembangan industri yang cukup menjanjikan. Namun sayangnya, daya saing industrinya sangat rendah bila dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia.
Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Fajar Marjadi mengungkapkan faktor utama yang menyebabkan daya saing industri di Jakarta lemah, yakni keterbatasan lahan untuk pengembangan sektor industri.
"Kendala yang dihadapi oleh pelaku industri di DKI Jakarta adalah keterbatasan lahan mengingat Jakarta sudah sangat padat dengan pemukiman dan gedung perkantoran," kata Fajar dalam Media Gathering BI di Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (13/11/2016).
Ia mengatakan kawasan industri yang tersedia dengan areal yang luas hanya berada di Kawasan Industri Pulo Gadung dan Kawasan Berikat Nusantara. Namun sayangnya, lahan yang masih tersedia sudah terbatas sehingga daerah yang berbatasan dengan Jakarta (Bekasi, Tangerang, Bogor dan Depok) menjadi alternatif bagi para investor untuk mengembangkan industrinya.
Fajar?juga menambahkan bahwa di tengah keterbatasan lahan untuk industri, tingkat penggunaan lahan di kawasan industri juga tergolong masih rendah. Ia?menjelaskan ada tiga ?penyebab rendahnya penggunaan kawasan industri di Jakarta. Pertama, harga sewa/beli lebih mahal.
"Dari survei kami, 20% responden perusahaan di luar kawasan industri mengatakan harga sewa/beli yang mahal menyebabkan keengganan menggunakan lahan kawasan industri," ujarnya.
Kedua, harga energi yang lebih mahal. Sebanyak 25% responden perusahaan di luar kawasan industri mengatakan harga energi di luar kawasan industri lebih murah. Dan ketiga skala usaha yang masih kecil.
"9% responden perusahaan di luar kawasan industri belum memilih kawasan industri karena skala usaha yang masih kecil," tambahnya.
Selain faktor di atas, UMP DKI Jakarta yang relatif tinggi dan belum terpenuhinya penyediaan air menjadi hambatan dalam pengembangan industri di DKI Jakarta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Cahyo Prayogo