Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Perbankan Tumbuh 9,72%

        Laba Perbankan Tumbuh 9,72% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Laba bersih perbankan selama periode Januari-September 2016 mencapai Rp 85,81 triliun atau tumbuh 9,72% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 78,2 triliun.

        Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional perbankan yang meningkat masing-masing 12,68% (year on year/yoy) menjadi Rp 254,1 triliun dan 21,41% (yoy) menjadi Rp 181,29 triliun.

        Sementara itu, pertumbuhan pendapatan bunga bersih perbankan terutama didorong oleh kenaikan beban bunga perbankan sebesar 0,44% (yoy) dari Rp 253,51 triliun menjadi Rp 254,63 triliun.Sedangkan pendapatan bunga tercatat hanya tumbuh 6,2% (yoy) menjadi Rp 508,73 triliun. Adapun beban operasional perbankan tumbuh 17,48% (yoy) menjadi Rp 327,74 triliun.

        Di sisi lain, perbankan masih meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). CKPN kredit perbankan hingga kuartal ketiga tahun ini tercatat Rp 138,18 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 108,07 triliun.

        Peningkatan CKPN tersebut seiring meningkatnya kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan yang mencapai Rp 130,73 triliun hingga kuartal III-2016. Adapun rasio NPL perbankan tercatat 3,1%.

        Berdasarkan kelompok banknya, pertumbuhan laba terjadi pada hampir seluruh kelompok bank, kecuali pada kelompok bank persero dan bank umum swasta nasional (BUSN) non devisa yang masing-masing tercatat turun 1,24% (yoy) menjadi Rp 39,27 triliun dan 85% (yoy) menjadi Rp 252 miliar.?

        Sementara itu, pertumbuhan laba tertinggi terjadi pada kelompok bank campuran sebesar 100,58% (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun. Disusul oleh kelompok bank asing yang tumbuh 37,25% (yoy) menjadi Rp 7,43 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) tumbuh 22,95% (yoy) menjadi Rp 9,1 triliun, dan kelompok BUSN devisa yang tumbuh 20,18% (yoy) menjadi Rp 27,31 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Boyke P. Siregar
        Editor: Boyke P. Siregar

        Bagikan Artikel: