Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengadilan Den Haag Setuju untuk Mendengar Gugatan WNI Soal...

        Pengadilan Den Haag Setuju untuk Mendengar Gugatan WNI Soal... Kredit Foto: Reuters/Piroschka van de Wouw
        Warta Ekonomi, Den Haag -

        Pengadilan banding Belanda di Den Haag memutuskan bahwa gugatan yang diajukan oleh lima orang Indonesia harus didengar. Kelimanya menuntut Belanda untuk bertanggung jawab atas eksekusi ayah mereka oleh tentara Belanda pada tahun 1947.

        Dugaan eksekusi itu terjadi selama perang kemerdekaan Indonesia yang dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia II pada 1945 dan berakhir pada 1949 ketika Belanda mengakui kemerdekaan bekas jajahannya.

        Belanda telah mengklaim bahwa tindakan-tindakan mereka di bekas jajahannya telah terjadi terlalu lama untuk dianggap bertanggung jawab. Tetapi pengadilan menolak ini, dengan alasan tingkat kekerasan yang luar biasa dan sejauh mana Belanda bersalah.

        Baca Juga: PPI Belanda Tolak RKUHP dan Sampaikan 12 Tuntutan

        "Selama konflik, tentara Belanda mengeksekusi lawan tanpa bentuk pengadilan dan menyiksa tahanan selama interogasi," kata pengadilan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (1/10/2019).

        Pengadilan banding mengatakan, pengadilan yang lebih rendah sekarang akan mengadili kasus ini. Kelima orang Indonesia menuntut Belanda untuk mendapatkan kompensasi. Pengadilan rendah juga akan berusaha untuk menentukan apakah para penggugat itu sebenarnya adalah anak-anak lelaki yang dieksekusi.

        "Ini akan sulit untuk dibuktikan, karena Belanda tidak mendaftarkan siapa yang ditembak dan kapan selama konflik, dan juga tidak melakukan upaya untuk mendokumentasikan ini dengan benar begitu perdamaian dipulihkan," papar pengadilan banding.

        Namun jika identitasnya bisa terbukti, kompensasi akan diberikan Belanda kepada para penggugat itu.

        "Jika identitas mereka dikonfirmasi, kelima pria dan wanita akan berhak atas kompensasi untuk biaya hidup mereka selama tahun-tahun masa kecil mereka," sambungnya.

        Pengadilan di Den Haag juga menguatkan vonis sebelumnya bahwa seorang lelaki Indonesia yang disiksa oleh Belanda berhak mendapatkan biaya kompensasi sebesar USD5.500 atau sekitar Rp78 juta.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Muhammad Syahrianto

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: