Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Belanda Buang Tiket, Bono Jadi Tembok! Maroko Singkirkan Oranje Lewat Adu Penalti Dramatis

Belanda Buang Tiket, Bono Jadi Tembok! Maroko Singkirkan Oranje Lewat Adu Penalti Dramatis Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harapan Belanda melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sirna dengan cara paling menyakitkan setelah keunggulan yang sudah diraih gagal dipertahankan sebelum akhirnya tumbang dalam drama adu penalti melawan Maroko.

Laga babak 32 besar di Monterrey, Selasa (30/6), berakhir 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum Maroko memastikan kemenangan 3-2 lewat adu penalti yang dipimpin aksi gemilang kiper Yassine Bono.

Nama Bono kembali menjadi pembeda bagi Maroko setelah tampil luar biasa sepanjang adu penalti.

Kiper yang sebelumnya juga bersinar di Piala Dunia 2022 itu menggagalkan peluang emas Belanda dengan menepis eksekusi Crysencio Summerville pada penendang kelima, membuka jalan bagi Ismael Saibari untuk memastikan kemenangan Atlas Lions.

Meski menjadi pahlawan di akhir laga, Bono sebenarnya sempat dibuat bekerja keras sejak awal pertandingan karena Belanda tampil lebih agresif.

Oranje akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-72 melalui Cody Gakpo.

Gol tersebut lahir dari skema serangan balik cepat yang diawali sundulan Wout Weghorst kepada Crysencio Summerville sebelum bola diteruskan kepada Gakpo yang sukses menaklukkan Bono.

Saat kemenangan Belanda mulai terlihat di depan mata, Maroko menunjukkan karakter pantang menyerah.

Bek Issa Diop yang maju membantu serangan berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Chemsdine Talbi.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan sekaligus memaksa duel berlanjut ke babak tambahan waktu.

Memasuki extra time, justru Maroko tampil lebih percaya diri.

Tim asuhan Walid Regragui beberapa kali menekan pertahanan Belanda yang mulai kehilangan ritme permainan.

Belanda baru kembali keluar menyerang pada babak kedua extra time, namun hingga peluit panjang berbunyi kedua tim tetap bermain imbang 1-1 sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama dimulai ketika Neil El Aynaoui gagal mencetak gol pada tendangan pertama Maroko setelah bola menghantam mistar, sementara Teun Koopmeiners membawa Belanda unggul lebih dulu.

Namun situasi berubah drastis setelah Justin Kluivert gagal pada penalti kedua.

Maroko perlahan menyamakan kedudukan melalui Soufiane Rahimi sebelum duel berlangsung semakin menegangkan.

Quinten Timber ikut menyia-nyiakan peluang saat gagal mengarahkan bola ke gawang meski Bono sudah bergerak ke arah yang salah.

Di sisi lain, Achraf Hakimi juga sempat gagal setelah sepakannya membentur tiang sehingga kedua tim masih sama kuat.

Momen penentuan akhirnya datang pada penendang kelima.

Baca Juga: Jepang Menangis di Depan Mata, Moriyasu Terpukul usai Brasil Balikkan Keadaan pada Injury Time

Summerville gagal menaklukkan Bono yang membaca arah bola dengan sempurna.

Setelah penyelamatan tersebut, Ismael Saibari tampil tenang sebagai algojo terakhir dan sukses mengecoh Bart Verbruggen untuk memastikan Maroko menang 3-2 dalam adu penalti.

Kemenangan ini mengantarkan Maroko melangkah ke babak 16 besar sekaligus memperpanjang reputasi mereka sebagai salah satu tim yang paling berbahaya bagi raksasa-raksasa sepak bola dunia di Piala Dunia 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: