Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando kembali membuat pernyataan yang kontroversial terkait desakan alumni 212 yang meminta Rektor Universitas Indonesia untuk memecatnya.
Ia mengaku lucu dengan permintaan alumni 212. Sebab, permintaan itu dipublikasikan secara serentak di media online yang abal-abal.
"Persatuan Alumni 212 meminta Rektor UI memecat saya. Lucunya, banyak media online menggunakan judul berita yang sama, lead berita yang sama, isi berita yang sama. Persis, sampai titik koma. Artinya, yang nulis satu orang, terus disebar ke banyak media sekaligus," tulisnya dallam akun Facebooknya, Rabu (3/6/2020).
Baca Juga: Jika Iman Brotoseno Gak Diganti, Jamaah 212 Ancam...
Baca Juga: Ogah Minta Maaf ke Din Syamsuddin, Ade Armando Ungkap Pembelaan Dirinya
"Memang sih media yang memuatnya media abal-abal. Tapi itu menunjukkan bahwa gerakan ini terorganisir. Hehehehehehehehe," sambungnya.
Diketahui sebelumnya, Ketua Media Center PA 212 Novek Bamukmin mendesak Rektoran UI untuk memecat Ade Armando terkait tulisannya yang menyebut Ketua Dewan Muhammadiyah Din Syamsuddin dungu.
"UI seharusnya memecat dosen yang membuat gaduh terus bangsa ini karena karakternya bukan mencerminkan dosen, tapi sudah seperti preman berjas almamater saja," ucapnya, Selasa (2/6).
"Dan diduga jabatan rektor UI-nya pun sarat dengan kepentingan politik, sehingga perlu memasang dosen gaduh itu," tukasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Vicky Fadil
Tag Terkait: