Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Miliarder Cantik Pendiri Canva Makin Kaya Raya, Kekayaannya Akan Dibagikan!

        Miliarder Cantik Pendiri Canva Makin Kaya Raya, Kekayaannya Akan Dibagikan! Kredit Foto: Entrepreneur.com
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aplikasi editing, Canva hari ini telah dinilai USD40 miliar (Rp572 triliun). Tak jumawa atas pencapaian yang hebat, pendirinya, Melanie Perkins akan memberikan kekayaan kepada yang membutuhkan. Valuasi yang dikantongi Canva hari ini menjadikan mereka perusahaan perangkat lunak swasta paling berharga yang pernah ada.

        Ini adalah pencapaian besar bagi startup kelahiran Australia. Perkins tak sendiri membawa Canva pada kesuksesan. Ada partner hidupnya, Cliff Obrecht, di balik kesuksesan aplikasi ini.

        Namun yang jauh lebih menginspirasi adalah Perkins dan Obrechtberjanji akan memberikan 30% kekayaannya untuk tujuan filantropi di seluruh dunia, melalui Canva Foundation.

        Baca Juga: Miliarder Wisata ke Luar Angkasa, Sekjen PBB Miris: Pandemi, Krisis, Jutaan Orang Kelaparan di Bumi

        Dilansir dari Women's Agenda di Jakarta, Rabu (29/9/21) ini adalah janji yang dapat menjadikan mereka salah satu filantropis terbesar di Australia, bahkan berpotensi menjadi yang terbesar di dunia.

        Melonjaknya valuasi perusahaan mereka menyusul dengan adanya peningkatan modal yang sukses dari investor yang menambahkan USD273 juta (Rp3,9 triliun) ke nilai mereka.

        Perusahaan telah menggandakan pendapatannya dari tahun ke tahun dan bisa saja melebihi USD1 miliar (Rp14,3 triliun) dalam pendapatan tahunan pada akhir tahun ini.

        Langkah filantropi besar pertama mereka, selain tanggapan bantuan darurat terhadap COVID dan krisis kebakaran hutan, dan untuk membuat produk berbayar mereka gratis hingga ribuan bukan untuk keuntungan, akan menjadi program percontohan dengan GiveDirectly yakni mendistribusikan USD10 juta (Rp142 miliar) melalui pembayaran seluler untuk menjangkau mereka membutuhkan di Afrika Selatan.

        Perkins mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk bisa dengan cepat meningkatkan pemberian mereka secara lebih luas, untuk berkontribusi dan menjangkau sebanyak mungkin orang di seluruh dunia.

        Tahun lalu, dengan tunangannya yang saat ini menjadi suaminya, mereka berada di urutan kedua dalam Daftar Orang Kaya Muda dari Australian Financial Review dengan perkiraan kekayaan pribadi sebesar USD3,4 miliar (Rp48 triliun).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Fajria Anindya Utami
        Editor: Fajria Anindya Utami

        Bagikan Artikel: