Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lengkap! Kehadiran Cucu-cucu Ratu Elizabeth II Tepis Isu Keretakan Keluarga Kerajaan Inggris

        Lengkap! Kehadiran Cucu-cucu Ratu Elizabeth II Tepis Isu Keretakan Keluarga Kerajaan Inggris Kredit Foto: Reuters/Peter Nicholls
        Warta Ekonomi, London -

        Pangeran William-Kate Middleton dan Pangeran Harry-Meghan Markle datang bersama untuk menyambut orang-orang yang mendoakan mendiang Ratu Elizabeth II di area depan Kastil Windsor, Berkshire.

        Keluarga Kerajaan Inggris itu datang membawa kejutan karena rumor perpecahan di keluarga kerajaan memang santer terdengar pada awal kematian Ratu Elizabeth II. Sebab, Harry datang ke Kastil Balmoral, tempat sang nenek mengembuskan napas terakhir, sendirian dan terlambat.

        Baca Juga: Ratu Elizabeth II Mangkat, Selandia Baru Mau Jadi Republik? Duh, duh, duh!

        Dia terbang ke Skotlandia satu jam setelah Istana Buckingham mengumumkan kematian sang ratu. Padahal, keluarga kerajaan yang lain sudah tiba berjam-jam sebelumnya.

        Pangeran William mencoba untuk menepis rumor itu. Dia dikabarkan meminta izin ayahnya, Raja Charles III, untuk mengundang pasangan bergelar Duke dan Duchess of Sussex tersebut ikut dalam prosesi menyapa para pelayat. Charles mengizinkan dan Harry menyambut ajakan tersebut. Beberapa media memperkirakan hal itulah yang mengakibatkan acara mundur selama 45 menit.

        Saat melihat ribuan karangan bunga yang dikirimkan penduduk, Meghan Markle lebih sering bergandengan tangan dengan Harry. Itu berbeda dengan William dan Kate yang berjalan beriringan. Mereka berbicara sebentar sebelum akhirnya menyapa orang-orang yang datang di sisi yang berbeda selama beberapa jam ke depannya.

        Beberapa pihak berharap kepergian Ratu Elizabeth II menjadi momen rekonsiliasi bagi keluarga kerajaan. Utamanya setelah wawancara menghebohkan yang dilakukan Harry dan Meghan di acara Oprah Winfrey.

        Ini adalah kali pertama dua pasangan keluarga kerajaan tersebut terlihat berjalan bersama sejak 2020. Atau ketika suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, meninggal pada 9 April 2021. Saat itu Harry hanya datang sendirian tanpa sang istri.

        Kedatangan pasangan tersebut di Inggris pun sejatinya adalah kebetulan. Mereka harus menghadiri sejumlah acara di beberapa kota di Inggris ketika berita kematian Ratu Elizabeth II mencuat. Pasangan itu rencananya tetap berada di negeri monarki konstitusional tersebut hingga seluruh prosesi pemakaman selesai.

        William memberikan pidato penghormatan untuk sang nenek sebelum menemui warga yang ikut berkabung.

        ’’Dia berada di sisiku pada saat-saat paling bahagiaku. Dia juga berada di sisiku selama hari-hari paling menyedihkan dalam hidupku,’’ ujar pria yang kini bergelar Pangeran Wales itu.

        Baca Juga: Ngoceh-ngoceh ke Pangeran Andrew, Seorang Pria Diseret Polisi di Tengah Prosesi Khidmat Ratu Elizabeth II

        Istrinya, Kate Middleton, kini menyandang gelar Putri Wales. Itu gelar serupa yang diberikan ke Putri Diana, ibu William dan Harry.

        Prosesi panjang pemakaman Ratu Elizabeth II baru dimulai. Pada Minggu (11/9/2022) iring-iringan peti jenazah telah meninggalkan Istana Balmoral, Skotlandia, sekitar pukul 10.00 menuju Edinburgh. Dia akan diistirahatkan di Ruang Takhta, Istana Holyroodhouse, hingga sore hari ini.

        Penduduk berjajar di sepanjang jalan yang dilewati iring-iringan mobil yang membawa jenazah Ratu Elizabeth II tersebut. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir. Ratusan penduduk lainnya memilih bermalam di Edinburgh dan menunggu peti jenazah tiba.

        Selasa (13/9/2022) jenazah Ratu Elizabeth II akan diterbangkan ke London. Dia akan diistirahatkan di Bow Room, Istana Buckingham. Baru pada keesokan harinya, setelah seremoni kecil, peti jenazah dipindahkan ke Westminster Hall untuk prosesi lying in state atau pembaringan kenegaraan.

        Baca Juga: Meninggalnya Ratu Elizabeth II Sisakan Para Anjing Corgi Miliknya, Ternyata Punya Kisah Luar Biasa

        Prosesi yang berlangsung selama empat hari itu membuka kesempatan kepada penduduk untuk memberikan penghormatan terakhir terhadap mendiang Ratu Elizabeth II yang dibaringkan di dalam peti. Prosesi pemakaman dihelat di Westminster Abbey pada Senin (19/9).

        Sementara itu, kemarin Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara mengumumkan secara resmi kepada publik bahwa kini pemimpin negara mereka adalah Raja Charles III. Acara tersebut merupakan pengakuan atas penguasa yang baru.

        Charles secara resmi dikukuhkan sebagai raja Inggris yang baru dalam sebuah upacara di Istana St. James pada Sabtu. Ucapan selamat berdatangan, termasuk dari Presiden Tiongkok Xi Jinping.

        ’’Saya siap untuk bekerja sama dengan Raja Charles III guna meningkatkan saling pengertian dan persahabatan kedua negara, pada saat bersamaan juga memperkuat komunikasi tentang isu-isu global,’’ ujar Xi Jinping seperti dikutip Xinhua.

        Pengumuman bahwa Charles III adalah kepala negara juga disampaikan Australia dan Selandia Baru kemarin. Mereka secara resmi menyatakan bahwa Charles merupakan kepala negara mereka.

        Selain Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara yang tergabung dalam United Kingdom, ada 14 negara persemakmuran lainnya yang menganggap Raja Charles III sebagai kepala negara. Yaitu, Antigua dan Barbuda, Australia, Bahama, Belize, Kanada, Grenada, Jamaika, Selandia Baru, Papua Nugini, Saints Kitts dan Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Kepulauan Solomon, dan Tuvalu.

        Baca Juga: Ratu Elizabeth II Mangkat, Generasi Tua Menitikan Air Mata, Generasi Muda Lebih Pilih Selfie

        Antigua dan Barbuda di lain pihak ingin melepaskan diri. Mereka berencana menggelar referendum dalam tiga tahun ke depan untuk menentukan apakah tetap mempertahankan Charles III sebagai kepala negara atau berganti menjadi negara republik.

        Sejatinya, sebagian penduduk Australia juga ingin raja ataupun ratu Inggris tidak lagi menjadi kepala negaranya. Namun, pemerintah Australia memilih setia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Muhammad Syahrianto

        Bagikan Artikel: