Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Prediksi IHSG Tembus 10.000: Bukan To the Moon, Tapi To the Mars

        Purbaya Prediksi IHSG Tembus 10.000: Bukan To the Moon, Tapi To the Mars Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dinilai akan melaju kencang pada 2026. Ia menyebut pergerakan IHSG tidak hanya to the moon, melainkan to the Mars.

        Optimisme tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/1/2026).

        "To the Mars, bukan to the moon," ujar Purbaya dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

        Purbaya juga meyakini IHSG mampu mencapai level 10.000 pada 2026. Menurut dia, target tersebut bukan hal yang sulit dicapai apabila kondisi ekonomi nasional terus membaik.

        Baca Juga: Yakin IHSG Bisa Tembus 10.000, Purbaya Ungkap Faktor Pendorongnya

        “Pelaku pasar siap-siap saja, tahun ini IHSG 10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai, dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu,” kata Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2026).

        Optimisme tersebut disampaikan merespons penguatan IHSG pada pembukaan perdagangan BEI awal 2026. Pada Jumat (2/1), IHSG tercatat menguat 37,130 poin atau naik 0,43 persen ke level 8.684,069.

        “Ada optimisme di pasar bahwa kita akan membaik ke depan. Kalau saya lihat kondisi ekonominya yang sudah membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi,” tuturnya.

        Baca Juga: Prediksi 2025 Meleset, Purbaya Yakin IHSG Tembus 10.000 di 2026

        Adapun upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, menurut Purbaya, dilakukan melalui perbaikan struktur kebijakan. Salah satu langkah utama adalah memperkuat sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia (BI).

        “Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron dengan bank sentral dan pemangku kepentingan lainnya, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat,” tambahnya.

        Sementara itu, ia menilai ekonomi yang solid mencerminkan ketahanan kinerja perusahaan sehingga mampu meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor, baik domestik maupun global.

        “Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga. Jadi kalau investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: