- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Posisi Indonesia Sebagai Raja Nikel Dunia Tak Terkalahkan, Produksi Tembus 2,2 Juta Ton
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Nikel kini tidak lagi sekadar mineral pendukung industri baja tahan karat (stainless steel). Di tengah ambisi dekarbonisasi global, nikel bertransformasi menjadi “emas baru” yang memegang peran strategis dalam transisi menuju energi hijau.
Komoditas ini menjadi bahan utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (electric vehicle) hingga sistem penyimpanan energi skala besar atau Energy Storage System (BESS). Dalam peta persaingan global tersebut, Indonesia mengukuhkan diri sebagai pusat gravitasi industri nikel dunia.
Baca Juga: Ini 10 Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar di Dunia
Berdasarkan data dari International Nickel Study Group (INSG), total produksi nikel dunia pada tahun 2024 menembus angka 4,1 juta metrik ton (MT). Dari total produksi bumi tersebut, Indonesia menyumbang sebanyak 2,2 juta metrik ton. Artinya, Indonesia sendirian menguasai sekitar 53,6% pasokan nikel global.
Rapor Produksi Global
Mengutip laporan U.S. Geological Survey (USGS) Mineral Commodity Summaries 2025 dan data INSG 2024, berikut adalah daftar 10 negara produsen nikel terbesar di dunia sepanjang tahun 2024:
-
Indonesia: 2.200.000 metrik ton
-
Filipina: 400.000 metrik ton
-
Kaledonia Baru: 230.000 metrik ton
-
Rusia: 210.000 metrik ton
-
Australia: 180.000 metrik ton
-
Kanada: 180.000 metrik ton
-
Tiongkok: 110.000 metrik ton
-
Brasil: 89.000 metrik ton
-
Kuba: 45.000 metrik ton
-
Kolombia: 37.000 metrik ton
Harta Karun Terbesar di Bumi
Tak hanya unggul secara output, Indonesia juga duduk di posisi puncak sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Data resmi USGS Mineral Commodity Summaries 2025 mencatat bahwa Indonesia menyimpan cadangan sebesar 55 juta metrik ton, jauh melampaui negara-negara pesaing lainnya.
Baca Juga: Daftar 10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar Dunia, Salah Satunya Indonesia
Berikut daftar 10 negara dengan cadangan nikel terbesar dunia:
-
Indonesia: 55.000.000 metrik ton
-
Australia: 24.000.000 metrik ton
-
Brasil: 16.000.000 metrik ton
-
Rusia: 8.300.000 metrik ton
-
Kaledonia Baru: 7.100.000 metrik ton
-
Filipina: 4.800.000 metrik ton
-
Tiongkok: 4.100.000 metrik ton
-
Kanada: 2.200.000 metrik ton
-
Amerika Serikat: 370.000 metrik ton
-
Papua Nugini: 310.000 metrik ton
Besarnya angka produksi dan cadangan ini menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci yang memiliki pengaruh besar terhadap volatilitas harga nikel di pasar internasional, termasuk di bursa London Metal Exchange (LME).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: