Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemendikdasmen Tak Akan Tolerir Kekerasan di Sekolah

        Kemendikdasmen Tak Akan Tolerir Kekerasan di Sekolah Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tak akan mentolerir kekerasan fisik hingga verbal di lingkungan sekolah.

        Dirinya memastikan setiap murid merasa aman dan tenang saat berangkat ke sekolah. Ini disampaikannya saat meninjau pelaksanaan hari pertama sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Irsyad, Kota Tegal.

        Baca Juga: Purbaya Prediksi Konflik Venezuela-AS Tak Akan Pengaruhi Suplai Minyak Dunia

        “Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang betul-betul aman, ramah, nyaman, dan menggembirakan. Kita tidak membiarkan setiap perbuatan yang menjurus pada tindakan kekerasan, perundungan, bully, mengejek, apalagi kekerasan fisik maupun kekerasan verbal di lingkungan sekolah,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Selasa (6/1).

        Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen mengajak seluruh warga sekolah, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Menurutnya, sekolah merupakan rumah kedua bagi para siswa. “Sebagaimana adik-adik merasa aman dan nyaman di rumah, demikian pula di sekolah harus merasa aman, nyaman, dan berbahagia. Seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan,” pesannya.

        Wamendikdasmen Fajar juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi para siswa sebagai generasi emas dan calon pemimpin bangsa di masa depan. “Mohon diterima dan dibimbing anak-anak kita, Bapak dan Ibu guru. Anak-anak inilah calon-calon pemimpin bangsa yang kelak akan menggantikan kami di pemerintahan, menggantikan para kepala daerah di kemudian hari. Bersiaplah menjadi pemimpin, dan gantungkan cita-cita setinggi langit,” tutupnya.

        Semangat Para Siswa untuk Kembali ke Sekolah

        Hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman berkesan bagi siswa SMP Al Irsyad Kota Tegal. Salah satunya Keisha, siswi kelas IX D, yang mengungkapkan rasa antusiasnya karena mendapat tugas sebagai pembaca doa pada upacara bendera.

        “Karena hari ini aku jadi petugas upacara, aku jadi semangat sekaligus canggung. Aku sudah lama latihan sebagai pembaca doa, makanya semangat banget. Aku juga enggak sabar upacara nanti dan semoga semuanya berjalan lancar,” ungkap Keisha.

        Sementara itu, Azifa, siswi kelas IX D, menjadikan hari pertama sekolah sebagai momentum untuk kembali belajar lebih giat pada semester baru. Ia berharap dapat meningkatkan capaian akademiknya dibandingkan semester sebelumnya. “Motivasi aku di semester baru ini pengen memperbaiki nilai di semester satu, pengen belajar supaya makin baik,” ujarnya bersemangat.

        Muhammad Fairuz, siswa kelas IX A, mengaku masih terbawa suasana liburan pada hari pertama sekolah, namun tetap bersemangat untuk kembali belajar. Ia merasa nyaman bersekolah di SMP Al Irsyad karena dukungan teman-teman dan guru yang suportif, termasuk dalam mendorongnya mengikuti berbagai perlombaan seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN).

        “Pengennya sih bisa masuk SMA yang terbaik. Persiapan dilakukan dari sekarang, mulai dari berkas-berkas sampai kesiapan tes. Kalau ada waktu kosong, saya isi dengan belajar,” tutur Fairuz.

        Kiat Guru Dorong Semangat Siswa di Hari Pertama Sekolah

        Guru Tahfidz dan Bahasa Arab SMP Al Irsyad Kota Tegal, Hilmi Yahya, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan berbagai upaya untuk membangkitkan semangat siswa di hari pertama masuk sekolah. Salah satunya melalui pemberian motivasi secara berkelanjutan melalui grup komunikasi sekolah, sehingga siswa datang ke sekolah dalam kondisi siap dan bersemangat. 

        Selain itu, sekolah juga menyiapkan kegiatan-kegiatan menarik pada hari pertama, sehingga tidak langsung diisi dengan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. “Ini saatnya kembali ke sekolah, kembali mengumpulkan niat, dan me-refresh pemikiran kita. Yang paling penting adalah menata niat untuk belajar, agar apa yang kita peroleh dari sekolah bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkas Hilmi. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: