Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BRMS Gelontorkan Rp53,7 Miliar untuk Keruk Emas

        BRMS Gelontorkan Rp53,7 Miliar untuk Keruk Emas Kredit Foto: Djati Waluyo
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengalokasikan dana sebesar USD3,20 juta atau sekitar Rp53,76 miliar untuk kegiatan eksplorasi emas dan mineral lainnya sepanjang kuartal IV-2025. Dana tersebut disalurkan melalui lima entitas anak perseroan yang mengelola proyek tambang di sejumlah wilayah Indonesia, sebagai bagian dari strategi percepatan pengembangan portofolio mineral logam mulia.

        Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/1/2026), BRMS menyampaikan bahwa belanja eksplorasi tersebut direalisasikan oleh PT Gorontalo Minerals (GM), PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Dairi Prima Mineral (DPM), PT Linge Mineral Resources (LMR), dan PT Suma Heksa Sinergi (SHS).

        Porsi pengeluaran terbesar dicatatkan oleh PT Gorontalo Minerals dengan total belanja sebesar USD1,82 juta. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan operasi produksi emas dan tembaga di Blok I Tombulilato, Gorontalo. Aktivitas eksplorasi dilakukan di sejumlah area, antara lain Kompleks Cabang Kiri, Kompleks Motomboto, Kompleks Sungai Mak, Prospek Kayubulan, dan Area Gunung Lintah.

        Baca Juga: Amman Fokus Eksplorasi Blok Elang dan Blok Rinti, Telan Dana US$3,03 Juta

        Pada periode tersebut, perusahaan melanjutkan pengeboran eksplorasi di Prospek Cabang Kiri East dengan total kedalaman pengeboran mencapai 15.730,4 meter, serta melakukan pemetaan geologi dan pengambilan sampel batuan permukaan.

        Sementara itu, PT Citra Palu Minerals mengalokasikan dana sebesar USD747.040,10 untuk kegiatan eksplorasi dan operasi produksi di empat blok eksplorasi emas dan satu blok produksi yang berlokasi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Selama Oktober hingga Desember 2025, CPM melanjutkan pengeboran sumber daya di Prospek River Reef–Watuputih, Blok I Poboya. Hingga akhir Desember 2025, total kedalaman pengeboran tercatat mencapai 89.582,40 meter dengan 356 titik bor yang telah diselesaikan, termasuk pengeboran hidrogeologi dan geoteknik.

        Berbeda dengan entitas lainnya, PT Dairi Prima Mineral tidak melakukan kegiatan eksplorasi baru pada kuartal IV-2025. Anak usaha ini mencatat biaya operasi produksi sebesar USD21.275,86 seiring Prospek Anjing Hitam yang telah menyelesaikan tahap eksplorasi dan memasuki fase operasi produksi.

        Baca Juga: Eksplorasi Antam Habiskan Rp245,76 Miliar Sepanjang 2025

        Meski demikian, dalam wilayah Kontrak Karya DPM masih terdapat sejumlah prospek lain dengan tahapan pengembangan berbeda, mulai dari eksplorasi regional hingga pengeboran deliniasi sumber daya. Salah satu prospek yang saat ini paling maju adalah Prospek Lae Jehe, yang dikembangkan untuk meningkatkan klasifikasi sumber daya terukur dan tertunjuk.

        Di wilayah Aceh, PT Linge Mineral Resources membelanjakan dana sebesar USD338.794,52 untuk eksplorasi tambang emas di Prospek Bulan serta Prospek Bintang 1 dan Bintang 2 dalam Proyek Abong, termasuk kegiatan eksplorasi regional di wilayah izin usaha pertambangan yang dikelolanya.

        Adapun PT Suma Heksa Sinergi mencatat pengeluaran sebesar USD277.009,01 untuk kegiatan operasi produksi tambang emas dan perak di sejumlah area, seperti Prospek Pasir Karang, Regional North Pasir Karang, Regional West Pasir Awi, dan Regional Northeast Gember.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Uswah Hasanah
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: