Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Thorcon Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Lubuk Besar, Bangka Tengah

        Thorcon Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Lubuk Besar, Bangka Tengah Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Masyarakat di Kecamatan Lubuk Besar bersama pemerintah daerah masih menghadapi tantangan pasca banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, sejak Jumat (9/1/2026).

        Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan akses transportasi terputus dan rumah warga terendam di berbagai titik. Meski muka air telah mulai menurun sejak Minggu (11/1/2026), ketinggian genangan di sejumlah titik masih menyulitkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat.

        Salah satu ruas jalan utama dari Desa Lubuk Linguk menuju pusat kecamatan dilaporkan lumpuh total, dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

        Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedikitnya 148 kepala keluarga terdampak banjir, dengan proses pendataan yang masih terus diperbarui.

        Sejumlah warga Desa Lubuk Pabrik hingga kini masih mengungsi, sementara warga Desa Lubuk Linguk dan Desa Lubuk Besar mulai kembali ke rumah seiring penurunan muka air sejak 11 Januari.

        Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyampaikan bahwa sistem drainase di sejumlah wilayah tidak mampu menampung peningkatan debit air hujan, sehingga menimbulkan genangan di jalan utama dan kawasan permukiman.

        “Kondisi cuaca saat ini masih ekstrem, kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujarnya.

        Pendataan sementara menunjukkan ratusan rumah warga terdampak di beberapa desa, antara lain Desa Lubuk Pabrik, Desa Lubuk Linguk, dan Desa Perlang. Sejumlah rumah dilaporkan terendam hingga separuh badan bangunan.

        Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah berkoordinasi dengan unsur TNI-Polri, BPBD, relawan, serta sektor swasta untuk melakukan penanganan darurat. Sejumlah langkah dilakukan, termasuk pendirian posko darurat dan dapur umum, distribusi paket sembako, serta penyediaan suplai air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

        PT Thorcon Power Indonesia turut berkontribusi melalui penyaluran bantuan kemanusiaan berupa paket sembako, makanan siap konsumsi, dan air bersih kepada warga terdampak, baik secara langsung maupun melalui posko dapur umum yang dikelola tim penanggulangan bencana.

        Kepala Kantor Cabang Bangka PT Thorcon Power Indonesia, Novi Adriyanto, menyatakan bahwa keterbatasan akses masih menjadi tantangan utama di lapangan.

        “Beberapa ruas jalan masih belum dapat dilalui kendaraan akibat genangan air yang cukup tinggi. Dalam kondisi seperti ini, kami berupaya hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

        Sebagai bagian dari komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan, Thorcon menyalurkan bantuan lanjutan setelah penyaluran tahap awal pada 10 Januari 2026. Bantuan tersebut disalurkan ke Desa Lubuk Linguk, Desa Lubuk Pabrik, dan Desa Perlang, berupa paket kebutuhan pokok yang terdiri atas beras, mie instan, serta bahan konsumsi lainnya seperti kopi dan gula.

        Bantuan diserahkan secara langsung kepada masyarakat terdampak dan sebagian disalurkan melalui pemerintah desa setempat guna memastikan distribusi yang merata dan tepat sasaran.

        Baca Juga: Thorcon Tawarkan Solusi Energi Nuklir Aman, Terjangkau dan Cepat untuk Indonesia

        Novi menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait terus dilakukan.

        “Meskipun kondisi air mulai surut, potensi peningkatan curah hujan tetap perlu diantisipasi. Kami berharap air segera surut sepenuhnya agar akses jalan kembali dapat dilalui dan aktivitas masyarakat dapat pulih,” katanya.

        Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi alur sungai yang mengalami penyempitan, sebagai upaya mempercepat aliran air dan mengurangi risiko banjir susulan akibat cuaca ekstrem.

        Hingga berita ini diturunkan, penanganan darurat masih berlangsung dengan fokus pada pemulihan akses, pendataan kerusakan rumah warga, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sembari terus memantau perkembangan cuaca di wilayah tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: