Kredit Foto: . REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Bank Italia memperingatkan bahwa anjloknya harga ether secara ekstrem dapat merusak kemampuan ethereum untuk berfungsi sebagai infrastruktur penyelesaian transaksi keuangan,
Dilansir Rabu (14/1), Ekonom Bank Italia, Claudia Biancotti menilai bahwa kejatuhan nilai ether akan berdampak langsung pada berbagai sistem pembayaran, penyelesaian transaksi dan layanan keuangan berbasis token yang mengandalkan blockchain ethereum untuk pencatatan transaksi dan konfirmasi kepemilikan aset.
Baca Juga: Tekan Biaya Rollup, Ethereum (ETH) Akhirnya Tingkatkan Kapasitas Data Blok
Biancotti tidak memandang ethereum semata sebagai pasar kripto spekulatif, melainkan sebagai lapisan penyelesaian (settlement layer) yang menopang transaksi senilai miliaran dolar setiap hari. Ia memperingatkan bahwa gangguan pada jaringan di tengah tekanan pasar justru akan memukul aplikasi yang paling krusial bagi sistem keuangan digital.
Ethereum menggunakan mekanisme proof-of-stake, di mana validator yang mengamankan jaringan dibayar menggunakan ETH. Biancotti menilai sebagian validator kemungkinan akan menghentikan operasinya secara rasional jika nilai ether turun drastis atau kehilangan sebagian besar nilainya.
Kondisi tersebut akan mengurangi jumlah aset yang dipertaruhkan (stake) untuk mengamankan jaringan, memperlambat produksi blok serta melemahkan ketahanan ethereum terhadap serangan tertentu. Akibatnya, keandalan dan finalitas transaksi bisa menurun pada saat pengguna paling membutuhkan stabilitas jaringan.
Analisis tersebut menggambarkan pergeseran risiko dari risiko pasar menjadi risiko infrastruktur, sejalan dengan cara regulator global mulai memandang blockchain. Ethereum dinilai tidak lagi sekadar platform aset kripto spekulatif, tetapi telah berkembang menjadi fondasi bagi stablecoin, sekuritas ter-tokenisasi dan instrumen keuangan lainnya.
Baca Juga: USDT Tether Perlahan Dikubur Stablecoin USDC
Biancotti tidak memberikan rekomendasi kebijakan secara langsung, namun menyoroti dilema regulator. Otoritas dapat menilai blockchain publik tidak layak untuk keuangan yang diatur karena ketergantungannya pada token yang volatil atau tetap mengizinkan penggunaannya dengan persyaratan pengamanan tambahan seperti rencana darurat, mekanisme penyelesaian cadangan dan standar minimum keamanan ekonomi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: