Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Emas Turun, Efek Meredanya Ketegangan Geopolitik

        Harga Emas Turun, Efek Meredanya Ketegangan Geopolitik Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas turun pada Jumat (16/1) Investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli komoditas terkait, sementara tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik mengurangi minat terhadap aset safe haven.

        Dilansir dari Reuters, Senin (19/1), harga emas spot turun 0,5% ke US$4.592,29. Sementara emas berjangka ditutup 0,6% lebih rendah ke US$4.595,40.

        Baca Juga: Alasan Bitcoin Masih Jadi Pilihan Utama Investor Kripto Pemula

        Logam mulia lainnya juga melemah. Perak spot turun 2,9% ke US$89,65, platinum anjlok 3,3% ke US$2.330,67, dan palladium turun 0,6% ke US$1.790,78.

        Analis Marex Edward Meir mengatakan penurunan tersebut mencerminkan koreksi luas dalam pasar komoditas setelah kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Ia menambahkan bahwa de-eskalasi ketegangan telah menghilangkan premi geopolitik pada emas dan logam mulia lainnya, terutama perak.

        Ketegangan global mereda menyusul mulai surutnya protes di Iran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil sikap menunggu. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin bergerak untuk memediasi situasi di Iran.

        Adapun Amerika Serikat dan Taiwan mencapai kesepakatan yang menurunkan tarif atas banyak ekspor semikonduktor dan mendorong investasi baru ke sektor teknologi AS.

        Sementara Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan menahan suku bunga hingga paruh pertama tahun ini, dengan pemangkasan pertama sebesar dua puluh lima basis poin diproyeksikan terjadi pada Juni.

        Baca Juga: Investor Kripto Indonesia Putar Strategi, Kini Mulai Adopsi USDT

        Meir menilai emas masih berpotensi menguat. Ia mengatakan harga emas masih memiliki peluang mencapai US$5.000. Namun hal itu akan diwarnai oleh koreksi tajam di tengah perjalanan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: