Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        QRIS Bisa Dipakai di China dan Korea Selatan Kuartal I 2026, BI Lanjutkan ke India

        QRIS Bisa Dipakai di China dan Korea Selatan Kuartal I 2026, BI  Lanjutkan ke India Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) menargetkan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan di China dan Korea Selatan pada kuartal I 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BI memperluas akseptasi pembayaran digital lintas negara sekaligus memperkuat kerja sama sistem pembayaran internasional.

        Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan implementasi QRIS di China dan Korea Selatan diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat sebagai kelanjutan ekspansi pembayaran digital Indonesia ke kawasan regional.

        “Lalu dalam waktu dekat mudah-mudahan sebelum triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” kata Filianingsih dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

        Baca Juga: BI Catat Transaksi Digital Tembus Rp14,26 miliar, QRIS Melonjak Hampir 140%

        Selain kedua negara tersebut, BI juga tengah melakukan diskusi intensif dengan India untuk memperluas penggunaan QRIS lintas negara. Menurut Filianingsih, peluang kerja sama serupa juga terbuka dengan sejumlah negara lain seiring meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital.

        Saat ini, QRIS telah dapat digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang melalui skema pembayaran lintas negara (cross-border QR). Perluasan ke China dan Korea Selatan diharapkan memperkuat ekosistem pembayaran digital Indonesia, khususnya bagi pelaku usaha dan wisatawan.

        Dari sisi target transaksi, BI memproyeksikan jumlah transaksi QRIS sepanjang 2026 mencapai 7 miliar transaksi. Proyeksi tersebut didukung oleh pertumbuhan jumlah merchant dan pengguna yang terus meningkat.

        Baca Juga: Menkomdigi Tegaskan Indonesia Dorong Integrasi Digital ASEAN Lewat QRIS dan DEFA di Forum WEF Davos

        Filianingsih menjelaskan, dari sisi penyediaan, saat ini terdapat sekitar 45 juta merchant yang telah menerima QRIS. Sementara dari sisi permintaan, jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 60 juta.

        “Kita 45 juta merchant ini dari sisi supply-nya, 45 juta merchant yang menerima QRIS dan juga 60 juta pengguna QRIS ini dari sisi demand-nya,” ujarnya.

        Berdasarkan data BI, kinerja QRIS domestik menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada kuartal IV 2025, transaksi QRIS tumbuh 139,99% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant yang terus meluas.

        BI menilai ekspansi QRIS lintas negara menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pembayaran nasional agar terintegrasi secara regional dan global, sekaligus mendukung efisiensi transaksi digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: