Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh hingga 5,7% di 2026

        BI Proyeksikan Ekonomi Tumbuh hingga 5,7% di 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan meningkat dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya dan ditopang oleh penguatan permintaan domestik seiring kebijakan pemerintah serta berlanjutnya dampak positif bauran kebijakan BI.

        Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, arah pertumbuhan ekonomi 2026 mencerminkan sinergi kebijakan fiskal pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap akomodatif untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik.

        “Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9–5,7%, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan berbagai kebijakan Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

        Baca Juga: Rupiah Lengket ke Rp17.000, BI Gencarkan Intervensi Pasar

        Menurut Perry, penguatan permintaan domestik menjadi faktor utama yang menjaga momentum pertumbuhan, di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

        Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyampaikan bahwa kinerja ekonomi pada kuartal I 2026 juga ditopang oleh permintaan domestik yang tetap kuat. Ia menilai stimulus yang telah ditempuh Bank Indonesia bersinergi dengan stimulus fiskal pemerintah.

        “Jadi dengan adanya stimulus yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, baik dari sistem moneter, kemudian non-propulensial maupun sistem pembayaran, bersinergi dengan stimulus pemerintah, maka ini akan meningkatkan dari konsumsi rumah tangga, dari spending pemerintah dan juga investasi, khususnya tadi beberapa macam program pemerintah,” ujar Aida.

        Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga 4,75% demi Jaga Rupiah

        Aida menjelaskan, konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi. Sinergi kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendorong realisasi investasi di berbagai sektor.

        Sementara itu, untuk keseluruhan tahun 2025, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam kisaran 4,7% hingga 5,5%. Proyeksi tersebut menunjukkan ekonomi nasional tetap tumbuh solid meskipun menghadapi tantangan global.

        “Sehingga kami masih melihat di 2025 ini pertumbuhan ekonomi masih berkisar 4,7 sampai 5,5 persen,” tambah Aida.

        Adapun pada kuartal IV 2025, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan menunjukkan perbaikan dan lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2025. Perbaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi domestik dan berlanjutnya efek stimulus kebijakan yang telah ditempuh.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: