Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham PGUN Meroket, Terpantik Kabar Haji Isam dan Hapsoro akan Bentuk Bursa Kripto

        Saham PGUN Meroket, Terpantik Kabar Haji Isam dan Hapsoro akan Bentuk Bursa Kripto Kredit Foto: Istockphoto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kabar keterlibatan konglomerat Kalimantan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam bersama Happy Hapsoro dalam pembentukan bursa kripto nasional ikut memanaskan pergerakan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

        Emiten ini disebut-sebut bakal dijadikan kendaraan publik (listed vehicle) untuk merealisasikan proyek ambisius tersebut.

        Sentimen itu langsung tercermin di pasar, dengan saham PGUN pada perdagangan Kamis (22/1) dibuka melonjak 2.275 poin atau 19,87% ke level Rp13.725.

        Aktivitas transaksi PGUN juga terpantau cukup ramai. Hingga sesi siang, volume perdagangan mencapai 625,3 ribu saham dengan frekuensi 782 kali transaksi, membukukan nilai transaksi sebesar Rp8,5 triliun.

        Baca Juga: BEI Ungkap 5 Perusahaan Beraset Jumbo Bakal IPO

        Spekulasi pasar kian menguat setelah sebelumnya nama Haji Isam mencuat dalam pendirian bursa kripto baru PT Fortuna Integritas Mandiri dengan merek International Crypto Exchange (ICEX), yang didirikan oleh Pang Xue Kai.

        Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, juga telah membenarkan bahwa izin atas bursa kripto tersebut diberikan pada 5 Januari 2026.

        Nama Pahala Mansury yang santer disebut sebagai calon nahkoda semakin menguatkan spekulasi bahwa rencana ini tidak berhenti sebatas wacana.

        Berbekal rekam jejak panjang di sektor perbankan dan keuangan, kehadiran Pahala dibaca pasar sebagai sinyal bahwa bursa kripto ini diarahkan mengusung standar institusional, bukan sekadar platform ritel biasa. 

        Baca Juga: Regulasi Saham dan Free Float Dorong BEI Masuk Top 10 Dunia

        Kabar yang beredar menyebutkan, PGUN tengah dipersiapkan untuk melakukan perubahan arah bisnis secara signifikan.

        Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai emiten perkebunan kelapa sawit disebut-sebut akan melepas aset-aset CPO dan mengalihkan operasional agribisnis tersebut ke PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang juga masih berada di bawah kendali Haji Isam.

        Apabila skenario ini terealisasi, PGUN berpotensi bertransformasi menjadi perusahaan pure play digital financial infrastructure.

        Langkah ini terbilang jarang terjadi di Bursa Efek Indonesia, sekaligus memperkuat daya tarik spekulasi mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar kripto terbesar di dunia, dengan puluhan juta investor ritel aktif. 

        Meski demikian, hingga saat ini manajemen belum menyampaikan pernyataan resmi terkait rencana perubahan kegiatan usaha PGUN maupun kepastian keterlibatan Perseroan dalam proyek bursa kripto nasional tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: