Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) resmi memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan total nilai keseluruhan mencapai Rp277.174.743.105. Transaksi ini mencakup penambahan plafon sekaligus perubahan fasilitas kredit.
Direktur Utama PART, Hamim, mengungkapkan bahwa Perseroan menandatangani Surat Pemberitahuan Pemberian Kredit (SPPK) No. 00064/SLK-KOM/2026 pada 19 Januari 2026. Fasilitas pendanaan tersebut dibagi dalam beberapa skema untuk menopang kebutuhan operasional sekaligus ekspansi bisnis perusahaan.
Untuk fasilitas modal kerja, PART memperoleh kredit lokal dan time loan revolving dengan plafon Rp30.000.000.000. Selain itu, pada kategori installment loan, terdapat saldo outstanding pinjaman lama sebesar Rp19.103.696.025 yang dikombinasikan dengan fasilitas baru senilai Rp49.800.000.000.
Baca Juga: BCA Hadirkan Inovasi Baru Mudahkan Kelola Transaksi Valas
Sementara pada fasilitas kredit investasi, Perseroan mencatat saldo outstanding Rp87.771.047.079, ditambah plafon baru kredit investasi 8 dan 9 senilai Rp30.000.000.000 serta kredit investasi 10 uncommitted sebesar Rp60.500.000.000. Mayoritas fasilitas ini dikenakan suku bunga di kisaran 8% hingga 8,38% per tahun, dengan tenor pinjaman sekitar 1 tahun untuk modal kerja dan 5 hingga 8 tahun untuk kredit investasi.
Secara regulasi, transaksi ini masuk kategori transaksi material lantaran nilai plafon kredit Rp277,17 miliar setara dengan 164,46% dari total ekuitas Perseroan per 30 September 2025 yang tercatat Rp168.536.192.472. Meski POJK 17/2020 mewajibkan persetujuan RUPS untuk transaksi di atas 50%, pinjaman yang langsung diperoleh dari bank mendapat pengecualian dari kewajiban penggunaan penilai independen.
Namun demikian, karena nilai jaminan aset yang diberikan melebihi 191,15% dari kekayaan bersih Perseroan, maka sesuai ketentuan UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas, PART tetap menggelar RUPSLB pada 6 Januari 2026. Rapat tersebut dihadiri oleh 78,96% pemegang saham dan disetujui secara mutlak oleh 99,99% suara yang hadir.
Baca Juga: Meski Makin Ketat, Bank Indonesia Perkirakan Penyaluran Kredit Tumbuh di Awal 2026
"Fasilitas pendanaan ini akan digunakan untuk membiayai modal kerja proyek-proyek strategis baru, pengadaan mesin produksi, serta bahan baku guna meningkatkan produktivitas dan profitabilitas jangka panjang," kata Hamim.
Atas fasilitas kredit tersebut, PART menjaminkan aset mesin produksi dengan nilai minimal Rp43,69 miliar, piutang dagang Rp30 miliar, persediaan bahan baku Rp10 miliar, serta sejumlah aset tanah dan bangunan di wilayah Tangerang atas nama Perseroan dan pihak pengendali. Total nilai jaminan aset tersebut mencapai Rp322.154.828.697.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri