Kredit Foto: Uswah Hasanah
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI), PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), PT Surya Permata Andalan Tbk. (NATO), serta PT Indo Boga Sukses Tbk. (IBOS). Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai sudah terlalu signifikan dalam waktu singkat.
"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham AIMS, VISI, TIRT, NATO dan IBOS pada tanggal 23 Januari 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.
Pada perdagangan Kamis (22/1), kelima saham tersebut memang mencatatkan penguatan agresif. Saham AIMS ditutup melonjak 24,43% ke level Rp815. Secara akumulatif, AIMS sudah menguat 91,31% dalam sepekan dan melesat 112,24% dalam satu bulan terakhir.
Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp1,33 Triliun, Saham BBCA Jadi Sasaran Utama
Sementara itu, VISI juga mencatatkan lonjakan serupa dengan kenaikan 24,46% ke Rp575, setelah naik 78,57% dalam sepekan dan menembus kenaikan 191,88% dalam sebulan.
Pergerakan tajam juga terjadi pada saham TIRT yang ditutup naik 9,91% ke Rp466. Dalam sepekan, saham ini sudah menguat 45,62%, bahkan melesat 301,72% dalam satu bulan.
NATO pun tak kalah kencang, ditutup menguat 5,26% ke Rp1.000, dengan kenaikan 86,92% dalam sepekan dan 216,46% dalam sebulan. Adapun IBOS ditutup naik 9,42% ke Rp151, mencatatkan kenaikan 29,06% dalam sepekan dan 118,84% dalam sebulan.
Baca Juga: Toba Pulp Lestari (INRU) Dapat Surat Gugatan dari Kementerian Lingkungan Hidup
"Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya," ujar Yulianto.
Ia juga mengimbau para pihak yang berkepentingan agar senantiasa mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing Perseroan sebagai dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: