Kredit Foto: BYD
Rentang harga sekitar Rp400–500 jutaan kini menjadi salah satu zona kompetitif dalam pasar mobil listrik Indonesia, karena sejumlah model populer dipasarkan atau diperkirakan masuk pada segmen tersebut.
BYD Atto 4 diperkirakan dibanderol mulai sekitar Rp464,33 juta (OTR Jakarta) untuk varian listriknya, menjadikannya salah satu sedan listrik berkapasitas baterai besar yang hadir di segmen bawah Rp500 juta.
Model ini dibekali baterai 82,5 kWh dan motor listrik yang menghasilkan tenaga sekitar 308 hp dengan torsi 360 Nm, serta klaim jarak tempuh mencapai sekitar 570 km berdasarkan spesifikasi global kendaraan ini.
Wuling Cloud EV diposisikan sebagai hatchback listrik di segmen harga yang mendekati level Rp 400 jutaan, dengan variasi harga yang dapat berbeda berdasarkan varian dan negara.
Mobil ini menggunakan baterai 50,6 kWh yang mendukung motor listrik dengan tenaga sekitar 134 hp dan torsi 200 Nm, serta jarak tempuh sekitar 460–505 km pada varian dengan paket baterai tersebut, mencakup jarak yang cukup signifikan untuk penggunaan harian dan perjalanan jarak menengah.
Chery Omoda E5 menjadi salah satu SUV listrik yang sering muncul dalam daftar harga EV Rp300–400 jutaan, dengan estimasi baterai sekitar 61 kWh dan jarak tempuh sekitar 430 km per pengisian.
Kapasitas baterai yang lebih besar dibanding beberapa model pesaing itu memberi Omoda E5 keunggulan jarak tempuh dalam kelas segmen menengah.
Sementara Hyundai Kona Electric berada di ujung atas segmen harga ini, dipasarkan mulai dari sekitar Rp565,25 juta untuk varian Standard Range, jadi sedikit di atas kisaran Rp500 juta.
Model ini memiliki kapasitas baterai sekitar 48,9 kWh dengan tenaga sekitar 154 hp serta torsi yang umumnya lebih tinggi dibanding hatchback EV standar, karena fokusnya pada kombinasi efisiensi dan performa SUV listrik.
Perbandingan harga dan spesifikasi di atas menunjukkan bahwa segmen Rp400–500 jutaan bukan lagi didominasi satu model saja, tetapi menjadi arena kompetisi antara SUV kompak, hatchback listrik, dan sedan listrik dengan teknologi baterai berkapasitas beragam.
Data penjualan mobil listrik di Indonesia juga mencerminkan tren kuat terhadap model EV asal China seperti Wuling dan Chery, serta peran BYD yang terus tumbuh di pasar kedua.
Sebagai contoh, laporan penjualan 2024 menunjukkan bahwa beberapa model seperti Chery Omoda E5 dan Wuling Cloud EV termasuk dalam daftar unit listrik yang cukup laris dipasarkan kepada konsumen domestik.
Baca Juga: Ekspor Wuling Tumbuh Signifikan di 2025, Tercatat Mengirim 2.411 Unit ke 16 Negara
Sementara itu, Hyundai Kona Electric tercatat juga memasuki daftar 10 mobil listrik terlaris pada periode tertentu, menandakan minat konsumen terhadap kombinasinya antara harga dan fitur EV SUV lebih tinggi.
Secara keseluruhan, rentang harga Rp400–500 jutaan menjadi titik pertemuan antara berbagai produsen dalam upaya menawarkan mobil listrik dengan jarak tempuh, tenaga, serta fitur yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: