Kredit Foto: Tata Punch EV 2026
Pasar mobil listrik India kembali diramaikan oleh peluncuran Tata Punch EV 2026. SUV kompak ini langsung mencuri perhatian karena harga awalnya setara Rp185 jutaan melalui skema Battery-as-a-Service (BaaS).
Strategi tersebut membuat Punch EV bersaing langsung dengan mobil bensin entry-level. Harga yang biasanya menjadi hambatan utama adopsi kendaraan listrik kini ditekan secara signifikan.
Melalui skema BaaS, konsumen membeli mobil tanpa harus membayar baterai di muka. Biaya baterai dibayarkan berdasarkan pemakaian sehingga harga awal kendaraan menjadi jauh lebih rendah.
Varian Smart dengan baterai 30 kWh dibanderol mulai ₹6,49 lakh atau sekitar Rp185 juta dalam skema ini. Sementara harga normal tanpa BaaS berada di rentang ₹9,69 lakh hingga ₹12,59 lakh tergantung varian.
Selama ini, baterai menyumbang sekitar 30–40 persen dari total harga mobil listrik. Pemisahan komponen tersebut menjadi langkah kunci dalam menekan biaya awal pembelian.
Dari sisi teknis, Punch EV tersedia dalam dua pilihan baterai yakni 30 kWh dan 40 kWh. Kedua opsi dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian hingga perjalanan jarak menengah.
Berdasarkan standar pengujian ARAI, varian 30 kWh mampu menempuh jarak hingga sekitar 365 km. Versi 40 kWh mencatat klaim jarak tempuh maksimal 468 km dalam pengujian resmi.
Dalam penggunaan nyata, estimasi jarak tempuh berada di kisaran 270–355 km. Angka tersebut bergantung pada gaya berkendara, beban kendaraan, dan kondisi lalu lintas.
Varian Long Range dibekali motor listrik dengan tenaga sekitar 127 hp. Akselerasi 0–100 km/jam dicapai dalam waktu sekitar sembilan detik, cukup responsif untuk kelas SUV kompak.
Pengisian cepat hingga 65 kW memungkinkan baterai terisi dari 20 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 26 menit. Dalam 15 menit pengisian, jarak tempuh dapat bertambah sekitar 135 km.
Fitur kabin turut diperbarui untuk menyasar konsumen muda. Layar sentuh modern sudah mendukung wireless Android Auto dan Apple CarPlay.
Punch EV juga menawarkan ventilated seats, air purifier, rain-sensing wiper, serta empat level regenerative braking melalui paddle shifter. Perlengkapan tersebut memperkuat citra sebagai SUV listrik modern.
Aspek keselamatan mendapat perhatian dengan enam airbag, ABS dengan EBD, dan kontrol stabilitas elektronik. Varian tertinggi dilengkapi kamera 360 derajat serta dudukan ISOFIX untuk kursi anak.
Dimensi kompaknya memudahkan manuver di perkotaan padat. Ground clearance yang memadai tetap memungkinkan kendaraan melintasi jalanan tidak rata.
Baca Juga: Intip Interior Mobil Listrik 'Imut-Imut' dari BYD yang Sebentar Lagi Rilis dan Harganya 200 Jutaan
Skema BaaS menjadi pembeda utama dalam model bisnis Punch EV. Konsumen tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal, melainkan membayar penggunaan baterai sesuai jarak tempuh.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk pasar berkembang dengan sensitivitas harga tinggi. Harga awal yang mendekati mobil bensin kecil membuat transisi ke kendaraan listrik terasa lebih realistis.
Hingga Februari 2026, Tata Motors belum mengumumkan rencana resmi membawa Punch EV ke Indonesia. Namun tren peningkatan permintaan EV entry-level di Asia Tenggara membuka peluang ekspansi.
Jika dipasarkan dengan strategi harga serupa, Punch EV berpotensi menjadi salah satu SUV listrik termurah di Indonesia. Kombinasi harga terjangkau, jarak tempuh hingga 468 km, serta fitur lengkap menjadikannya kandidat kuat di segmen EV kompak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: