Trump Semakin Ugal-Ugalan, Ingin Permanenkan Kehadiran CIA di Venezuela
Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Pemerintahan Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mempermanenkan kehadiran Central Intelligence Agency (CIA) di Venezuela menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dikutip dari Xinhua, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) akan menjadi perwakilan diplomatik utama di Venezuela, sedangkan Trump kemungkinan besar akan sangat mengandalkan CIA menjaga kendali Venezuela.
Dalam jangka pendek, para pejabat AS dapat beroperasi dari sebuah kantor cabang CIA sebelum pembukaan kedutaan besar resmi dibuka.
Pada akhir bulan lalu, Direktur CIA John Ratcliffe telah mengunjungi negara kaya minyak itu pascapenangkapan Maduro.
Baca Juga: Rakyat Venezuela Tuntut Trump Pulangkan Maduro dan Istrinya dalam Keadaan Hidup
Ratcliffe juga telah bertemu dengan penjabat presiden Venezuela Delcy Rodriguez serta para pemimpin militer Venezuela.
Dalam kunjungan itu, Ratcliffe dilaporkan memperingatkan bahwa Venezuela tidak lagi dapat menjadi "tempat perlindungan yang aman" bagi musuh-musuh AS.
Secara luas, dilaporkan bahwa agen-agen CIA terlibat erat dalam operasi penangkapan yang menargetkan Maduro.
Personel badan tersebut telah ditempatkan di Venezuela beberapa bulan sebelumnya untuk melacak pergerakan Maduro.
Penilaian intelijen CIA juga disebut turut membentuk keputusan kebijakan AS terkait kepemimpinan Venezuela pasca-Maduro.
Meski peran intelijen semakin meluas, namun para pejabat AS masih menunggu arahan yang lebih jelas dari Gedung Putih mengenai bagaimana mereka akan "mengelola" Venezuela pascapenangkapan Maduro.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: