Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bursa Saham Eropa Melemah Tertekan Sektor Barang Mewah

        Bursa Saham Eropa Melemah Tertekan Sektor Barang Mewah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Saham Eropa ditutup melemah pada Rabu (28/1). Ia tertekan oleh penurunan tajam dalam sektor barang mewah, sementara kehati-hatian investor meningkat menjelang laporan kinerja perusahaan teknologi besar dan keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS).

        Dilansir dari Reuters, Kamis (29/1), Indeks Stoxx 600 ditutup turun 0,7% ke 608,51. Saham-saham sektor barang mewah memimpin pelemahan pasar. CEO LVMH, Bernard Arnault menyampaikan pandangan yang berhati-hati terhadap prospek bisnis industri barang mewah tahun ini.

        Baca Juga: Bursa Asia Meroket Ditopang Saham AI

        “Dengan komentar perusahaan yang cenderung hati-hati serta data makroekonomi yang beragam, pemulihan permintaan kemungkinan akan tertunda,” kata Analis Saham Senior Morningstar, Jelena Sokolova.

        Pelaku pasar juga bersiap menghadapi laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi seperti Meta Platforms dan Microsoft. Kinerja kedua perusahaan tersebut akan dicermati ketat, khususnya terkait sejauh mana pemimpin industri teknologi mampu memonetisasi kecerdasan buatan (AI) di tengah tingginya belanja korporasi.

        Dari Jerman, pemerintah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dan tahun depan. Berlin menyebut meningkatnya ketidakpastian perdagangan global serta dampak kebijakan fiskal dan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan sebagai faktor utama.

        Baca Juga: IHSG Kena Trading Halt! Saham Konglo dan Bank Jumbo Berguguran

        Selain itu, investor juga memantau pergerakan mata uang yang krusial bagi eksportir dari Eropa. Euro terus menguat sejak tahun lalu dan sempat menyentuh level US$1,20. Ia berpotensi menekan daya saing perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor dari kawasan tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: