Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dolar Masih Tertekan, Ketegangan Geopolitik Tekan Aset AS

        Dolar Masih Tertekan, Ketegangan Geopolitik Tekan Aset AS Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dolar Amerika Serikat (AS) bersiap mencatat pelemahan mingguan kedua berturut-turut pada Jumat (30/1). Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang menggerus minat investor terhadap aset dari Amerika Serikat.

        Dilansir dari Reuters, Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, tercatat naik tipis 0,2% ke 96,35. Namun tetap berada di jalur penurunan mingguan.

        Baca Juga: Suku Bunga Dolar Masih Tinggi, Trump Mau Umumkan Calon Ketua The Fed Pekan Depan

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang akan mengenakan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Kebijakan ini menambah daftar ketegangan geopolitik yang sebelumnya sudah mencakup Iran, Venezuela, Greenland dan Eropa.

        Trump juga tengah mempertimbangkan opsi serangan terhadap Iran. Beberapa sumber menyebutkan opsi tersebut termasuk serangan terbatas terhadap aparat keamanan dan pemimpin negara itu untuk mendorong gelombang protes di dalam negeri.

        Trump sendiri menggambarkan pengerahan kapal perang dalam kawasan tersebut sebagai sebuah armada yang sedang bergerak menuju Iran.

        “DXY melanjutkan tren penurunannya, dengan ancaman aksi militer terhadap Iran. Hal itu menambah tekanan lebih lanjut,” kata Ekonom Senior Westpac Group, Mantas Vanagas.

        Meski sentimen global membebani dolar, pasar mendapat sedikit dukungan dari dalam negeri setelah senat mencapai kesepakatan yang berpotensi mencegah penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown).

        Baca Juga: CBUAE Resmikan Stablecoin Dolar Amerika Serikat (AS) Pertama Teregulasi di UAE

        Adapun greenback juga menemukan sedikit penopang menyusul penahanan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Ketua The Fed Jerome Powell menyebut ekonomi masih solid serta risiko terhadap inflasi dan ketenagakerjaan dinilai telah berkurang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: