Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Belajar dari Anjloknya IHSG, Simpan Asset Management: Alokasi Portofolio Tidak Bisa Statis

        Belajar dari Anjloknya IHSG, Simpan Asset Management: Alokasi Portofolio Tidak Bisa Statis Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penyesuaian regulasi MSCI yang memicu penurunan tajam IHSG menunjukkan pengelolaan portofolio investasi membutuhkan pendekatan yang disiplin, profesional, dan bebas dari keputusan emosional.

        Di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi tajam, Simpan Asset Management melihat momen ini sebagai validasi atas strategi Actively Managed Portfolio, yaitu pendekatan pengelolaan investasi yang berpegang pada Tactical Asset Allocation, di mana Simpan dapat secara aktif menyesuaikan alokasi portofolio investor secara menyeluruh seperti reksa dana saham, reksa dana obligasi, dan reksa dana pasar uang. Strategi ini dirancang untuk membantu investor tetap berada di jalur yang tepat, bahkan ketika pasar bergerak tidak menentu.

        “Dalam situasi pasar yang penuh tekanan, keputusan berbasis emosi sering kali justru memperbesar risiko dan memperdalam penurunan nilai portofolio,” ujar Nicholas Hilman selaku Co-Founder Simpan Asset Management dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, (01/012). 

        “Pendekatan Actively Managed Portfolio ini memungkinkan kami bertindak berdasarkan analisis, bukan reaksi sesaat,” lanjutnya.

        Strategi Actively Managed Portfolio dari Simpan Asset Management adalah portofolio yang sudah dirancang dan terdiri dari produk-produk Reksa Dana Simpan. Proporsi dari setiap tipe produk Reksa Dana di dalam portofolio ini tidak bersifat statis, melainkan disesuaikan secara berkala berdasarkan kondisi pasar, dinamika makroekonomi, dan hasil riset internal.

        Pada dasarnya, Actively Managed Portoflio ini menggunakan pendekatan pengelolaan reksa dana pada dua lapis: di lapis pertama, pada pengelolaan alokasi produk reksa dana yang mengisi portofolio tersebut. Di lapis kedua, pada pengelolaan holdings atau kepemilikan aset di dalam masing-masing reksa dana.

        Berdasarkan penelitian Simpan, terdapat kondisi-kondisi tertentu di mana performa portofolio dapat dioptimalkan dengan menyesuaikan proporsi tipe reksa dana berisikan instrumen yang lebih defensif seperti obligasi atau pasar uang, dibandingkan mempertahankan komposisi ekuitas yang tetap.

        Melalui penyesuaian alokasi yang proaktif, strategi ini bertujuan untuk:

        • Mengurangi dampak penurunan (drawdown) saat pasar mengalami tekanan,
        • Menghindari keputusan impulsif yang sering muncul di tengah volatilitas,
        • Menjaga portofolio tetap selaras dengan profil risiko dan tujuan jangka panjang investor.

        Baca Juga: Senin Besok, Purbaya Prediksi IHSG Stabil

        Hasil backtesting historis menunjukkan bahwa pendekatan pengelolaan aktif ini berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan strategi alokasi statis dalam berbagai siklus pasar. Meski demikian, Simpan Asset Management menegaskan bahwa kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, dan setiap keputusan investasi tetap mengandung risiko. 

        Dengan semakin kompleksnya pasar keuangan global, Simpan Asset Management percaya bahwa peran Manajer Investasi bukan hanya mengoptimalkan imbal hasil, tetapi juga mengurangi dampak penurunan (drawdown) sehingga membantu investor tetap rasional dan terarah saat pasar bergejolak.

        “Pasar akan selalu mengalami siklus naik dan turun. Yang membedakan hasil investasi jangka panjang adalah bagaimana portofolio dikelola di sepanjang perjalanan tersebut,” tutup Nicholas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: