Kredit Foto: Azka Elfriza
Sebagai langkah aktif untuk menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan pasar modal, Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mulai berkantor di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga kondisi pasar kembali normal.
“Aku berkantor di bursa sampai market-nya kembali normal ya. Aku dari pagi (sudah berkantor di BEI),” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Ia menganggap, kehadiran langsung OJK di lantai bursa menjadi bentuk keseriusan regulator dalam memastikan stabilitas dan pemulihan pasar modal nasional di tengah dinamika yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, pelaku pasar tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap kondisi pasar saat ini.
Selain itu, ia juga menyentil soal kedekatan historisnya dengan ekosistem pasar modal Indonesia, yang menurutnya menjadi modal penting dalam menghadapi situasi saat ini.
Baca Juga: BEI dan OJK Bakal Gelar Pertemuan dengan MSCI Besok
“Saya kan tadi ketemu teman-teman lama, kan saya dari lulus kuliah sudah bekerja di BEI, terus dari sisi SRO (self regulatory organization)-nya, dari sisi pelakunya, aku di sekuritas, dan lain-lain,” katanya.
Pada momen yang sama, ia juga membandingkan kondisi pasar saat ini dengan krisis global yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk krisis keuangan 2008.
“Dan kita pernah melewati masa-masa sulit kaya krisis 2008, dan lain-lain, tapi kita bisa. Saya ingat waktu krisis 2008 kan sampai market tutup tiga hari. Tapi kita bisa melewati semua dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga: Pimpin Sementara OJK, Ini Strategi Friderica Widyasari untuk Reformasi Pasar Modal
Saat ini, menurut Friderica, tantangan pasar lebih berkaitan dengan penguatan transparansi dan keterbukaan informasi, bukan tekanan sistemik seperti krisis global sebelumnya.
“Sekarang sebenarnya kan tidak seburuk waktu pernah kita alami bareng gitu ya. Tapi ini lebih kepada bagaimana sih kita ningkatin transparansi tadi, terus kemudian terbukaan,” katanya.
Maka dari itu, sebagai langkah konkret, OJK bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.
“Harapannya dengan begitu, menimbulkan confidence dari market kita, semakin confidence dalam pasar modal kita,” ujar Friderica.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: