Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Hari Ini Dibuka Ambruk 2% Jelang Pertemuan OJK–BEI dengan MSCI

        IHSG Hari Ini Dibuka Ambruk 2% Jelang Pertemuan OJK–BEI dengan MSCI Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka loyo ke level 8.306,16 pada perdagangan Senin (2/2/2026) jelang pertemuan Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

        Berdasarkan data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG makin ambruk dengan penurunan tajam 204,37 poin atau setara 2,45% ke level 8.125,22. Sebanyak 397 saham melemah, 175 saham menguat dan 124 saham stagnan. 

        Per pagi hari ini, IHSG mencatatkan volume transaksi 4,01 miliar lembar saham dengan frekuensi 317.762 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,78 triliun. 

        PT MD Entertainment Tbk (FILM) memimpin posisi top losers dengan koreksi 15% ke Rp12.325. Diikuti PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yang ambruk 15% ke Rp1.275 dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang anjlok 14,8% ke Rp167. 

        Di jajaran top gainers ada PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang meroket 23,73% ke Rp146, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang terbang 20,65% ke Rp555 dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) yang melejit 18,67% ke Rp1.335.

        Baca Juga: Tak Penuhi Aturan Free Float, 38 Saham Dibekukan Sementara!

        Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pertemuan dengan MSCI akan dilakukan langsung oleh manajemen BEI dengan kehadiran perwakilan OJK. Pertemuan hari ini untuk membahas pendalaman pasar modal Indonesia, termasuk upaya meningkatkan partisipasi investor global dan bobot Indonesia dalam indeks global.

        “Sore (MSCI), besok Eropa (FTSE) pagi. Saya dengan tim, dari OJK juga akan hadir,” ujar Jeffrey, Minggu (1/2/2026).

        Jeffrey menjelaskan agenda utama pertemuan dengan MSCI mencakup penyampaian kondisi operasional bursa yang tetap berjalan normal serta langkah-langkah percepatan reformasi dan pendalaman pasar modal dari sisi permintaan (demand).

        “Dari SRO atau Bursa Efek Indonesia, pertama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa operasional Bursa Efek Indonesia, baik kesiapan sistem perdagangan, pelayanan kepada seluruh stakeholders maupun proses pengambilan keputusan berjalan secara normal tanpa ada gangguan apa pun,” kata Jeffrey.

        Baca Juga: Soal Plt Dirut BEI,, Ini Penjelasan OJK

        Menurut dia, BEI juga akan memaparkan upaya percepatan pendalaman pasar, khususnya untuk menarik lebih banyak investor global. BEI telah menampung berbagai concern dari global index provider dan melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah penyedia indeks.

        “Dalam konteks pendalaman pasar dari sisi demand, khususnya bagaimana mendatangkan lebih banyak investor global. Kami sudah menampung banyak concern dari global index provider dan kami sudah berkomunikasi dengan beberapa index provider. Minggu lalu kami juga berkomunikasi, dan besok kami akan berkomunikasi lagi dengan MSCI,” ujarnya.

        Jeffrey menyampaikan BEI akan menjelaskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan bobot Indonesia dalam konstituen indeks global. Salah satu fokus utama adalah peningkatan keterbukaan informasi (disclosure) yang sejalan dengan praktik bursa global.

        “Kami SRO akan meningkatkan disclosure. Melengkapi disclosure yang sudah kami sampaikan kepada publik melalui website Bursa Efek Indonesia di awal Januari kemarin,” kata Jeffrey.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: