Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kenapa Pasangan Suami-Istri Sering Bertengkar Soal Uang?

        Kenapa Pasangan Suami-Istri Sering Bertengkar Soal Uang? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perselisihan dan pertengkaran pada pasangan suami-istri biasa terjadi akibat adanya berbagai macam masalah. Masalah yang timbul tentunya cukup beragam, tak terkecuali tentang uang.

        Telah menjadi rahasia umum bahwa permasalahan tentang uang mampu menimbulkan pertengkaran hebat, bahkan cenderung mampu merusak hubungan pasangan suami-istri dengan cepat.

        Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Afifi Romdhan (2020), banyak pasangan suami-istri bertengkar hebat, bahkan berakhir dengan perceraian akibat permasalahan keuangan rumah tangga yang tidak dapat diatasi.

        Terdapat 4 hal yang bisa menimbulkan pertengkaran soal uang, yang sering dialami oleh pasangan yang telah menikah. Tak jarang, pertengkaran ini menjadi pemicu utama perceraian.

        1. Memiliki Visi dan Prioritas yang Berbeda

        Dalam urusan finansial, perbedaan visi dan prioritas antara suami-istri menyebabkan manajemen keuangan dalam rumah tangga menjadi tak terarah.

        Bahkan, seringkali salah satu pihak berjuang sendiri.

        Jika terjadi secara konsisten, masalah ini dapat bertambah buruk.

        Misalnya, suami ingin pergi liburan mewah, sedangkan istri ingin menabung untuk membeli rumah.

        Atau, suami hendak membeli barang kebutuhannya, namun istri sangat pelit.

        Seiring berjalannya waktu, istri akan membenci suami ataupun suami akan membenci istri.

        Pada kasus 1, istri berpikir bahwa suami terlalu loyal menghabiskan uang, sedangkan pada kasus 2, suami berpikir bahwa ia juga berhak atas uang itu.

        2. Suami atau Istri Cenderung Menghabiskan Uang

        Masalah ini dapat bermula dari kurangnya komunikasi yang detail dan transparan.

        Pasangan tidak pernah melihat uang mereka sebagai sebuah tim, bahkan tidak tahu persis besaran uang yang telah dihabiskan.

        Akibatnya, salah satu pasangan melontarkan tuduhan dan timbullah pertengkaran yang hebat. Salah satu pasangan menuduh, yang lainnya defensif.

        3. Suami atau Istri Frustasi Karena Mengatasi Masalah Keuangan Sendiri

        Biasanya, salah satu pasangan memikul sendiri semua beban terkait keuangan, mulai dari memperoleh hingga mengaturnya.

        Hal itu tentu bisa menyebabkan stres dalam pernikahan.

        Masalah ini akan semakin parah hingga menyebabkan kebencian jika salah satu pasangan merasa pasangannya telah menghabiskan uang seenaknya tanpa memikirkan usahanya dalam manajemen keuangan.

        4. Pasangan Tidak Siap Mengelola Keuangan Bersama

        Masih banyak orang berpandangan kuno soal uang, seperti persepsi bahwa suami yang mengatur keuangan, sedangkan istri hanya nurut menerima berapa saja jumlah uang dari suami.

        Akibatnya, banyak perempuan tidak siap menghadapi masalah keuangannya.

        Adapun banyak pasangan tidak berdiskusi soal uang ketika sebelum menikah, bahkan setelah menikah karena topik tersebut dinilai tidak menyenangkan atau tidak romantis.

        Akibatnya, mereka tidak siap mengelola keuangan bersama.

        Cara Menghindari Pertengkaran Suami-Istri Soal Uang

        Kunci utama dalam pernikahan adalah komunikasi, termasuk diskusi soal keuangan rumah tangga.

        Sebelum dan setelah menikah, pasangan perlu duduk bersama dan memetakan visi keuangan bersama.

        Selain itu, menyusun rencana pengeluaran keuangan juga perlu dilakukan oleh pasangan suami-istri.

        Jika istri mengelola uang bulanan, istri perlu membuat batasan dalam pengeluaran.

        Baca Juga: Kenapa Orang yang Menerapkan Filosofi Stoikisme Hidup Lebih Tenang?

        Misal, pengeluaran di bawah jumlah tertentu, seperti berapa puluh ribu tidak perlu bersepakat dengan suami, namun pengeluaran di atas itu perlu. Karenanya, pencatatan keuangan sangat penting.

        Hal ini juga mendorong sifat transparan dalam pengelolaan uang dalam rumah tangga.

        Dengan demikian, pasangan tidak perlu takut berbicara dan menyuarakan keprihatinan atau ketidakmampuan akan masalah keuangan bersama. (WE Trivia/Mitha Jayanti Mardiana)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: