Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menargetkan bauran energi nasional dapat mencapai angka 17% pada tahun 2026.
Untuk mempercepat utilisasi tersebut, Eniya mendorong pembangkit-pembangkit skala besar yang sebelumnya mengalami penundaan (delay) agar segera mencapai tahap Commercial Operation Date (COD).
"Kalau ingin saya ya mencapai 17(%), paling tidak. Inginnya ya, mudah-mudahan bisa tercapai," Kata Eniya selepas acara "4th Indonesia-Japan Hydrogen Ammonia Development Acceleration Forum di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Targetkan 200 Ton Hidrogen Hijau Masuk Pasar di 2026
Saat ini, pihak EBTKE tengah mengidentifikasi sejumlah pembangkit yang mengalami keterlambatan operasional. Salah satu proyek besar yang disorot adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Pembangkit berkapasitas 510 Mega Watt (MW) tersebut saat ini tengah menghadapi kendala terkait gugatan izin lingkungan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"Mudah-mudahan, saya harap yang gede-gede itu nanti bisa masuk, seperti saya harapkan Batang Toru, walaupun sempat terkendala kan ini. Itu besar masalahnya. Terus yang lain-lain, harap sesuai COD, nanti bisa nambah," kata Eniya.
Baca Juga: Kementerian ESDM Finalisasi Harga Pembangkit Listrik Hibrida
Selain pembangkit tersebut, beberapa diantaranya yakni PLTS Floating Tembesi di Batam, kemudian PLTS Floating Saguling dan pembangkit lain yang berada di program Hijaunesia milik PT PLN (Persero).
"Saya sedang mengidentifikasi di RUPTL itu mana lagi yang delay. Karena banyak banget," ungkap Eniya.
Ada pun hingga penutup tahun 2025, jumlah bauran EBT di Indonesia dilaporkan mencapai 15,75%, naik tipis odari capaian 2024 yang sebesar 14,65%.
Total kapasitas terpasang bauran EBT nasional pada sistem pembangkit hingga akhir 2025 tercatat sebesar 15.630 MW, dengan rincian sumber energi sebagai berikut; Energi Air mengisi 7.587 MW, Bio Energi 3.148 MW, Panas Bumi 2.744 MW, Surya 1.494 MW, Gasifikasi Batu Bara 450 MW, Angin 152 MW dan Sampah 36 MW.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: