Kredit Foto: IAI
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) membentuk Indonesia Sustainability Reporting Forum (ISRF) sebagai forum kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem keberlanjutan nasional dan meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan perusahaan di Indonesia.
Forum tersebut akan diluncurkan pada 12 Februari bersamaan dengan Seminar Internasional bertema Reporting Outlook 2026 and Strengthening Sustainability Practices in Indonesia. ISRF melibatkan regulator, pelaku usaha, sektor jasa keuangan, asosiasi, investor, akademisi, serta mitra internasional.
Ketua ISRF Ignasius Jonan menyatakan forum ini diarahkan untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam praktik bisnis.
“Melalui ISRF, IAI mendorong integrasi keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, tata kelola, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan, serta menghadirkan ruang kolaborasi strategis lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan langkah dan mempercepat kontribusi menuju pencapaian Indonesia Net Zero Emission 2060,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Target Pajak 2026 Rp2.357,7 Triliun, IAI Tekankan Peran Akuntan
IAI menempatkan forum tersebut sebagai pelengkap pembentukan dewan standar serta penerbitan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK). Standar tersebut mengacu pada standar global ISSB dan akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2027.
Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI Ardan Adiperdana menyebut keberlanjutan bukan sekadar kewajiban pelaporan. ISRF, kata dia, menjadi forum pembelajaran berbasis praktik implementasi, dialog kebijakan, dan perumusan solusi praktis yang dapat diadopsi pelaku usaha serta sektor jasa keuangan.
Sebelum peluncuran, IAI menggelar focus group discussion (FGD) di Grha Akuntan, Jakarta, untuk menjaring masukan pemangku kepentingan. Diskusi menghadirkan Rosita Uli Sinaga dan Prof. Lindawati Gani sebagai fasilitator serta Prabandari I. Moerti sebagai moderator. Peserta berasal dari perusahaan publik dan privat lintas sektor serta mitra korporasi IAI.
Baca Juga: GIAR: PP 43 Tahun 2025 Tingkatkan Kredibilitas dan Buka Jalan Karier Akuntan Generasi Z
ISRF akan menjalankan roundtable discussion tematik dan sektoral, pembentukan working group, serta penyusunan usulan kebijakan. Fokusnya mencakup integrasi keberlanjutan dalam strategi dan tata kelola, pengelolaan risiko termasuk risiko iklim, transparansi informasi, serta kesiapan sistem pendukung seperti data, metodologi, dan asurans.
IAI menilai forum ini relevan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko keberlanjutan yang memengaruhi operasi, rantai pasok, biaya pembiayaan, dan reputasi perusahaan. Melalui forum terpadu, organisasi berharap praktik keberlanjutan menjadi lebih konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pembentukan ISRF juga diharapkan mendukung pembiayaan berkelanjutan dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap transparansi pelaporan perusahaan, sejalan dengan penerapan SPK pada 2027.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: